April 09, 2012

Keunggulan Benih Ikan Nila Jantan

0 komentar
ikan nila jantan

Penggunaan sistem budidaya monosex jantan pada usaha pembesaran ikan nila telah dipandang oleh para pembudidaya ikan nila sebagai suatu terobosan yang menggembirakan. Ikan nila jantan mempunyai tingkat pertumbuhan 30% lebih cepat dari nila betina.

Sistem budidaya monosex jantan ini dapat meningkatkan produksi pembesaran ikan nila sebesar 25%. Sehingga target untuk mendapatkan ukuran ikan nila kualitas ekspor dengan berat di atas 600 gram akan mudah dicapai.

Kendala yang dihadapi para pembudidaya jika menggunaan sistem heterosex pada budidaya pembesaran ikan nila adalah, ikan nila memiliki sifat cepat matang kelamin (biasanya pada ukuran 250-300 gram). Akibatnya sering terjadi perkawinan yang tidak terkontrol pada kolam-kolam pembesaran sehingga populasi ikan nila melebihi kapasitas normal, yang tentunya akan menghambat pertumbuhan, karena energi untuk pertumbuhan digunakan untuk perkawinan. Itulah alasan mengapa permintaan benih nila jantan sangat tinggi, dan penggunanan induk nila Gesit pada usaha pembenihan layak menjadi solusinya. Informasi mengenai nila Gesit silahkan lihat DISINI

Tidak hanya itu, FCR (Feed Convertion Ratio) yang diperoleh dari budidaya nila monosex jantan juga lebih baik. Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi pernah melakukan pengujian terhadap benih jantan yang dihasilkan nila Gesit di kolam air deras, Subang. Dari 3,2 ton benih yang ditanam, diperoleh hasil panen sebanyak 13 ton ikan nila kualitas ekspor. Berdasarkan hasil tersebut diperoleh nilai FCR nila sebesar 1,5.




Artikel Terkait :



Leave a Reply