ALT_IMG

Budidaya Ikan Kerapu

Di Indonesia terdapat tujuh jenis/genus ikan kerapu yaitu Aethaloperca, Anyperodon, Cephalopholis, Chromileptes, Epinephelus, Plectropomus, dan Variola. Dari ketujuh jenis tersebut hanya beberapa jenis saja yang mempunyai nilai komersial tinggi, yakni Chromileptes, Plectropomus, dan Epinephelus. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Budidaya Ikan Lele

Budidaya ikan lele, baik dalam bentuk pembenihan maupun pembesaran mempunyai prospek yang cukup baik. Permintaan konsumen akan keberadaan ikan lele semakin meningkat. Dengan teknik pemeliharaan yang baik, maka akan diperoleh hasil budidaya yang memuaskan dan diminati konsumen. Baca Selengkapnya..

Alt img

Budidaya Belut

Seiring perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan di sektor perikanan, pemanfaatan lahan yang tidak luas dapat digunakan dalam aneka budidaya perikanan. Usaha perikanan yang dapat dilakukan di lahan sempit adalah Budidaya belut. Mengapa kita dapat membudidayakan belut dilahan sempit , karena kita akan menggunakan media drum atau tong dari besi atau plastik. Baca selengkapnya...

ALT_IMG

Budidaya Ikan Nila

Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan jenis ikan konsumsi air tawar dengan bentuk tubuh memanjang dan pipih kesamping dan warna putih kehitaman. Ikan nila berasal dari Sungai Nil dan danau-danau sekitarnya. Sekarang ikan ini telah tersebar ke negara-negara di lima benua yang beriklim tropis dan subtropis Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Budidaya Ikan Gurame

Budidaya Ikan Gurame (Osphronemus gouramy) Budidaya Ikan Gurame dapat dilakukan di berbagai model kolam, misalnya kolam semen, kolam tanah (empang), keramba, dan kolam terpal. Untuk pemeliharaan ikan gurame yang menggunakan kolam, pada semua model hampir sama cara pembuatan kolamnya dan cara pemeliharaannya. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Budidaya Ikan kakap Putih

Ikan kakap putih adalah ikan yang mempunyai toleransi yang cukup besar terhadap kadar garam (Euryhaline) dan merupakan ikan katadromous (dibesarkan di air tawar dan kawin di air laut). Sifat-sifat inilah yang menyebabkan ikan kakap putih dapat dibudidayakan di laut, tambak maupun air tawar. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Budidaya Ikan Mas Koki

Ikan Ikan mas Koki merupakan jenis ikan mas yang mempunyai bentuk tubuh bulat dengan kepala kecil dan ekor lebar, mempunyai bermacam varian ada yang berjambul ada yang tidak berjambul. Ikan ini berasal dari daratan cina, namun di Indonesia sudah lama dapat dibudidayakan. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Budidaya Ikan Bawal Tawar

Ikan bawal tawar adalah salah satu jenis ikan air tawar yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Ikan jenis ini salah satu yang banyak dibudidayakan di Indonesia selain lele, nila, gurame, dan lain-lain. Selain relatif tidak terlalu sulit membudidayakannya, ikan bawal tawar termasuk ikan yang mudah beradaptasi. Baca Selengkapnya...

Alt img

Budidaya Ikan Arwana

Arwana adalah ikan hias termahal dan diakui sebagai salah satu ikan hias terindah di dunia. Ikan Arwana dapat mencapai umur antara 30-90 tahun di alam liar. Dari usaha budidaya ikan Arwana ini diharapkan dapat menjaga kelestarian populasi ikan ini, serta dari sisi bisnis dapat mendatangkan keuntungan yang menjanjikan. Baca selengkapnya...

Alt img

Budidaya Ikan Baronang

Ikan beronang dikenal oleh masyarakat dengan nama yang berbeda-beda satu sama lain seperti di Pulau Sribu dinamakan kea-kea, di Jawa Tengah dengan nama biawas dan nelayan-nelayan di Pulau Maluku menamakan dengan sebutan samadar. Ikan beronang termasuk famili Siginidae Baca selengkapnya...

Alt img

Budidaya Ikan Mas

Ikan mas (Cyprinus carpio L) merupakan jenis ikan konsumsi air tawar, berbadan pipih memanjang dengan tekstur daing yang lunak. Ikan mas sudah dikenal sejak tahun 475 sebelum masehi di Cina. Di Indonesia ikan mas mulai dibudidayakan sekitar tahun 1920. Baca selengkapnya...

Alt img

Budidaya Ikan Belida

Ikan Belida atau ikan pipih (Chitala lopis)merupakan jenis ikan sungai yang tergolong dalam suku Notopteridae (ikan berpunggung pisau). Belida sangat potensial untuk dikembangkan sebagai komoditas bisnis sebab mempunyai nilai ekonomi tinggi. Baca selengkapnya...

Alt img

Budidaya Azolla

Azolla microphylla adalah tumbuhan yang menakjubkan. Mengandung 25 – 35% protein, 10 – 15% mineral dan 7 – 10% asam amino, senyawa bioaktif dan biopolymer. Sementara kandungan karbohidrat dan lemak Azolla sangat rendah. Komposisi nutrisinya membuat Azolla sangat efisien dan efektif sebagai pakan ikan dan ternak.. Baca selengkapnya...

Alt img

Budidaya Ikan Gabus

Ikan ini memiliki banyak nama di berbagai daerah: bocek (riau), aruan atau haruan (Mly.,Bjn), kocolan (Btw.), bogo (Sd.), bayong, bogo, licingan (Bms.), kutuk (Jw), dan lain-lain. Gabus sangat potensial untuk dikembangkan sebagai komoditas bisnis sebab mempunyai nilai ekonomi tinggi. Baca selengkapnya...

Alt img

Budidaya Mentimun Laut

Teripang atau juga disebut mentimun laut, merupakan salah satu jenis komoditi laut yang bernilai ekonomi tinggi dan mempunyai prospek yang baik dipasaran domestik maupun internasional. Budi daya teripang khususnya teripang putih (Holothuria Scabra) memungkinkan dilakukan oleh masyarakat pantai karena teknik budidayanya cukup sederhana dan permodalan yang diperlukan relatif kecil. Baca selengkapnya...

Showing posts with label Ikan Gurame. Show all posts
Showing posts with label Ikan Gurame. Show all posts
June 10, 2012

Mengapa Gurame Menjadi Ikan Yang Mahal ?

1 komentar
ikan gurame

Di Bekasi, Depok, Bogor dan Tangerang, masih banyak kita jumpai empang ikan yang penuh dengan daun talas. Itulah ciri khas empang ikan gurami (Osphromenus olfax). Seperti halnya ikan nila (Tilapia nilotica) dan mujair (Tilapia musambica), gurami merupakan ikan herbifora yang makan plankton dan daun-daunan. Salah satu daun kesukaan gurami adalah daun keladi dan daun talas, terutama talas sente. Di antara ikan air tawar yang disajikan di rumah makan, yang memegang rekor harga paling tinggi adalah gurami, yakni Rp 50.000,- per kg. di tingkat peternak. Ikan mas, lele, nila, mujair, bawal dan patin harganya di bawah Rp30.000,- per kg di tingkat konsumen. Yang dapat menyamai harga gurami adalah ikan gabus Rp 50.000,- per kg dan ikan betutu yang sampai diatas Rp 70.000,-per kg. Tetapi gabus tidak biasa disajikan sebagai ikan konsumsi di restoran, melainkan sebagai ikan asin. Sementara betutu hanya bisa dijumpai di restoran-restoran papan atas dengan volume yang sangat terbatas.

Penyebab utama gurami menjadi ikan mahal, adalah permintaan yang selalu lebih tinggi dari pasokan. Orang senang dengan gurami karena tekstur dan rasa dagingnya yang lembut dan lezat. Pada jaringan dagingnya juga tidak terdapat duri-duri halus seperti halnya ikan mas dan bawal air tawar. Selain itu, rongga perut ikan ini sangat kecil dibanding ikan air tawar lain. Kelemahan gurami adalah, pertumbuhannya yang lamban. Benih gurami ukuran burayak, kebul sampai putihan, dulunya dibesarkan oleh para peternak ikan tradisional dengan pakan plankton dan larva serangga. Dengan cara ini pembesaran burayak gurami sampai menjadi putihan untuk ditebar di kolam pembesaran, akan makan waktu hampir satu tahun. Kemudian dengan pakan daun talas, pembesaran putihan ukuran 5 cm. sampai menjadi ikan konsumsi bobot 0,5 kg, diperlukan waktu lebih dari 1 tahun. Hingga untuk menghasilkan gurami konsumsi bobot 0,5 kg, diperlukan waktu sekitar 2 tahun sejak pembenihan, sungguh waktu yang sangat lama.

Selain itu gurami juga tidak bisa dipelihara dengan kepadatan penebaran yang tinggi. Ikan mas, nila, lele (dumbo) dan patin, selalu dipelihara dengan tingkat kepadatan tinggi. Untuk mengatasi kendala ketersediaan oksigen dan tercemarnya air oleh kotoran serta sisa pakan, pemeliharan ikan-ikan konsumsi tersebut dilakukan dalam kolam air deras atau dalam karamba. Baik kolam air deras maupun karamba, memungkinkan ketersediaan oksigen secara penuh. Hingga padat penebaran bisa ditingkatkan sampai beberapakali lipat. Pada kolam air deras, kotoran dan sisa pakan akan langsung hanyut terbawa aliran air. Sementara pada karamba, sisa pakan dan kotoran akan langsung jatuh ke dasar parairan. Dengan pola pemeliharaan seperti ini, ikan mas, nila, lele dan patin bisa dipelihara secara massal dalam jangka waktu singkat. Pola pemeliharaan empat ikan konsumsi ini, tidak bisa diterapkan untuk gurami. Sebab gurami menghendaki kolam yang tenang, meskipun airnya harus terus mengalir. Inilah antara lain yang menjadi penyebab mahalnya ikan gurami jika dibanding dengan lele, mas, nila dan patin.

Dengan adanya kemajuan teknologi pakan, maka pembesaran burayak (anak ikan di bawah 1 cm) sampai menjadi kebul (3 cm.) dan putihan (5 cm.) bisa dipersingkat hanya sekitar 3 bulan. Kemudian di kolam pembesaran, gurami konsumsi bobot 0,5 kg. bisa diperoleh dalam jangka waktu 5 bulan. Namun harga gurami masih tetap lebih mahal duakali lipat harga ikan mas. Sebab untuk memperoleh bobot yang sama, pembesaran ikan mas hanya memerlukan waktu paling lama 3 bulan. Selain itu produksi benih ikan mas juga bisa dilakukan secara massal, dengan biaya yang lebih murah.

Konsumen gurami memang agak beda dengan ikan mas, lele, nila dan patin. Empat ikan konsumsi air tawar ini mudah dijumpai di pasar becek sampai warung di dalam gang dan tukang sayur keliling. Sementara gurami hanya bisa diperoleh di pasar swalayan tertentu yang menampungnya pada akuarium besar dalam keadaan hidup. Sebenarnya, penjualan ikan dalam keadaan hidup, sudah menjalar sampai ke pasar becek. Namun perlakuan ini baru diterapkan pada ikan mas dan lele. Nila dan patin masih dipasarkan dalam kondisi mati. Sementara gurami, baik hidup maupun mati, tidak pernah bisa dijumpai di pasar becek. Konsumen gurami paling banyak adalah restoran dan hotel berbintang. Di sini gurami mendapat saingan utama ikan kakap tangkapan dari laut. Namun menu gurami goreng tidak mungkin tergantikan oleh kakap goreng. Sementara gurami asam manis masih dimungkinkan untuk tersaingi kakap asam manis. Konsumen gurami yang sangat spesifik ini (pengunjung hotel dan restoran, bukan rumah-tangga), antara lain juga disebabkan oleh produksi yang juga spesifik dan tidak mungkin dimassalkan serta dipacu, seperti halnya ikan mas dan lele.

Percepatan pertumbuhan gurami karena diberi pakan pelet, juga berdampak ke kualitas dagingnya. Gurami yang 100% diberi pakan pelet, dengan padat penebaran tinggi, akan menghasilkan daging yang lembek karena kadar airnya tinggi. Daging gurami demikian, jika digoreng akan susut banyak. Irisan melintang di tubuhnya akan merenggang setelah digoreng, hingga tampak tulang-tulangnya. Beda dengan gurami yang diberi pakan daun sente. Hal serupa juga terjadi pada ayam dan sapi potong. Kualitas daging ayam kampung yang dibesarkan secara alami selama 6 bulan untuk mencapai bobot 1 kg, tentu berbeda dengan daging ayam broiler dengan bobot sama yang cukup dibesarkan dalam jangka waktu 1 bulan. Peningkatan bobot hidup sapi potong unggul (impor) yang di atas 1 kg. per hari, akan mengakibatkan kualitas dagingnya tidak sepadat daging sapi lokal yang peningkatan bobot hidupnya hanya 0,5 kg. per hari. Hingga restoran padang, hanya akan menggunakan daging sapi lokal untuk rendang dan dendengnya.

Itulah sebabnya pola pembesaran gurami yang dilakukan peternak, menggunakan pola semi intensif. Pembesaran burayak menjadi kebul dan putihan, dilakukan 100% intensif. Namun dari putihan menjadi gurami konsumsi, peternak memeliharanya dalam kolam biasa dengan pakan kombinasi antara pelet dan daun sente. Pola pemeliharaan demikian, mampu mempercepat pertumbuhan gurami dari 1 tahun (dari putihan ke bobot 0,5 kg), hingga menjadi 6 bulan. Sebenarnya, dengan pemeliharaan 100% intensif, waktu panen bisa dipersingkat lagi menjadi hanya 4 bulan. Namun mutu dagingnya menjadi sangat menurun. Dengan tetap diberi pakan daun sente, pertumbuhan gurami memang masih lambat. Tetapi penurunan kualitas dagingnya tidak terlalu drastis. Gurami semi intensif inilah yang selama ini telah agak memassalkan pangsa pasarnya. Kalau dulu ikan elite ini hanya bisa dikonsumsi kalangan yang juga sangat elite, sekarang kalangan menengah pun bisa pula ikut menikmatinya. Meskipun tidak sesering ikan mas, nila, lele dan patin yang telah benar-benar menjadi menu rakyat.

Sumber Literatur : http://foragri.blogsome.com

Tags :
Baca Selengkapnya... →
April 12, 2012

Usaha Pembibitan Ikan Gurame | Teknik Pemijahan

0 komentar
budidaya ikan gurame

USAHA PEMBIBITAN IKAN GURAME (Osphronemus gouramy)

1. PENDAHULUAN

Gurame merupakan ikan yang memiliki pertumbuhan agak lambat namun mempunyai prospek ekonomi yang bagus. Ikan gurame memiliki ilai jual yang relatif mahal, baik ukuran konsumsi maupun ukuran anakan (bibit). jenis ikan ini cocok dibudidayakan di berbagai tempat karena tidak memerlukan air yang mengalir. Untuk memberi panduan bagi masyarakat yang berminat dalam usaha pembibitan ikan gurame, di bawah ini diuraikan tata cara budidayanya.

2. JENIS

Berdasarkan bentuknya ikan gurame dibedakan menjadi ada 2 jenis yaitu:

1) Gurame angsa (soang) : badan relatif panjang, sisik relatif lebar. Ukuran yang bisa dicapainya berat 8 kg, panjang 65 cm.
2) Gurame Jepang : badan relatif pendek dan sisik lebih kecil. Ukuran yang dicapai hanya 45 cm dengan berat kurang dari 4,5 kg.

Jika dilihat dari warnanya terdapat gurame hitam, putih dan belang.

3. MEMILIH INDUK


bibit gurame


Perbedaan gurame Jantan dan Betina (lihat gambar diatas)

Ika gurami jantan memiliki ciri-ciri :
1. Dahi terdapat tonjolan
2. Dasar sirip dada terang
3. Tutup insang berwarna kekuning-kuningan
4. Sirip ekor rata
Ikan Gurami betina memiliki ciri-ciri :
1. Dahi tidak terdapat tonjolan
2. Dasar sirip dada gelap
3. Tutup insang berwarna putih kecoklatan
4. Sirip ekor melengkung

Induk yang dipakai sebaiknya mencapai umur 3 tahun. Untuk membedakan induk jantan dan betina bisa dilihat dari ciri-ciri sebagai berikut:

1) Induk betina

Ikan betina mempunyai dasar sirip dada yang gelap atau berwarna kehitaman, warna dagu ikan betina keputih-putihan atau sedikit coklat, jika diletakkan di lantai maka ikan betina tidak menunjukan reaksi apa-apa. Sebaiknya sudah berumur 3~7 tahun.

2) Induk jantan

Ikan jantan mempunyai dasar sirip berwarna terang atau keputih-putihan, mempunyai dagu yang berwarna kuning, lebih tebal daripada betina dan menjulur. Induk jantan apabila diletakkan pada lantai atau tanah akan menunjukan reaksinya dengan cara mengangkat pangkal sirip ekornya ke atas.

Selain mengetahui perbedaan induk jantan dan betina, perlu juga diketahui ciri induk gurame yang sudah matang kelamin demi keberhasilan pembenihan gurame ini.

Induk telah berumur 3~7 tahun. Berbeda dengan induk ikan tambakan, induk ikan gurame ini semakin bertambah umurnya akan mengeluarkan telur semakin banyak, perut akan membulat dan relatif penjang dengan warna badan terang. Sisik-sisiknya usahakan tidak cacat/hilang dan masih dalam keadaan tersusun rapi.

Induk betina yang cukup umur dan matang kelamin ditandai dengan perutnya akan membesar ke belakang atau di dekat lubang dubur. Pada lubang anus akan nampak putih kemerah-merahan. Dan apabila kita coba untuk meraba perutnya akan teras lembek.

4. PEMIJAHAN

Pemasukan air dilakukan pagi-pagi sekali, sehingga menjelang jam 10.00 kolam telah berisi air setengahnya. Induk-induk yang telah lolos seleksi dimasukkan dalam kolam dengan hati-hati dan penuh kasih sayang. Perbandingan jumlah antara induk jantan dan betina biasa 1 : 1 - 14. Dengan harapan induk jantan paling sedikit bisa mengawini dua ekor induk betina dalam satu tarikan.

Setelah dilepaskan dalam kolam pemijahan biasanya induk jantan tidak otomatis langsung membuat sarang, tetapi terlebih dahulu berjalan-jalan, berenang kesana-sini mengenal wilayahnya. Setelah 15 hari sejak dilepaskan, induk jantan biasanya sudah langsung disibukkan oleh kegiatannya membuat sarang.

Garis tengah sarang biasanya kurang lebih 30 cm, yang biasanya dikerjakan oleh induk jantan ini selama seminggu (7 hari). Setelah sarang selesai dibuat, induk jantan cepat-cepat mencari dan merayu induk betina untuk bersamasama memijah disarang. Induk betina ini akan menyemprotkan telur-telurnya kedalam sarang melalui lubang sarang yang kecil, kemudian jantan akan menyemprotkan spermanya, yang akhirnya terjadilah pembuahan didalam istana ijuk ini. Tidak seperti halnya ikan mas yang pemijahannya hanya beberapa jam saja, pemijahan ikan gurame ini biasanya berlangsung cukup lama. Induk jantan bertugas menjaga sarang selama pemijahan berlangsung. Setelah pemijahan selesai, biasanya giliran induk betina yang bertugas
menjaga keturunannya, dengan terlebih dulu menutup lubang sarang dengan ijuk atau rumputan kering.

Dengan nalurinya sebagai orang tua yang baik, biasanya induk betina ini menjaga anaknya dengan tak lupa mengipaskan siripnya terutama sirip ekor kearah sarang. Gerakan sirip induk betina ini akan meningkatkan kandungan oksigen terlarut dalam air. Air dengan kandungan oksigen yang cukup akan membantu menetaskan telur-telur dalam sarang. Sebab seperti diketahui, telurpun butuh oksigen dalam prosesnya menjadi benih ikan. Sementara dengan kasih sayang induk betina menjaga keturunanya, induk jantan akan kembali menyusun sarang dan memikat induk betina yang lainnya untuk melanjutkan keturunannya.

Dari atas kolam kita bisa mengetahui induk-induk yang telah memijah tanpa turun ke kolam dengan melihat adanya bau amis, dan terlihat adanya lapisan minyak tepat di atas sarang pemijahan.

5. PENETASAN

Penetasan telur bisa dilakukan di paso, aquarium atau pun ember-ember plastik. Cara memindahkan telur dari dalam sarang ke paso/aquarium dilakukan dengan hati-hati tidak terlalu kasar untuk menghindari agar telur tidak pecah. Sarang bahan dari ijuk yang ada 5 cm dibawah permukaan air dan telah ditutup rapat, diangkat dengan cara dimasukkan kedalam ember yang
berisi 3/4 bagian ember. Sarang menghadap ke atas dan ditenggelamkan kemudian perlahan-lahan tutup sarang dibuka, maka telur-telur akan keluar dan mengambang dipermukaan air. Selanjutnya telur diangkat dengan mengunakan piring kecil untuk dipindahkan ke pasoaquarium atau ember bak yang telah diisi air bersih yan sudah diendapkan. Penggantian air dilakukan secara rutin agar telur-telur menetas dengan sempurna dan telur yang tidak menetas segera dikeluarkan. Telur akan menetas dalam tempo 30 ~ 36 jam.

6. PENDEDERAN

Selama 5 hari benih-benih belum membutuhkan makanan tambahan, karena masih mengisap kuning telur (yolk sack). Setelah lewat masa itu benih membutuhkan makanan yang harus disuplai dari luar. Oleh karenya jika masih belum ditebarkan di kolam harus diberi makan infusoria. Jika benih hendak ditebarkan di kolam, kolam harus dikeringkan dan dipupuk dengan pupuk kandang 1 kg/m2. Setelah seminggu benih ditebarkan, yaitu ketika air kolam sudah berubah menjadi kehijau-hijauan. Benih gurame umur 7 hari dapat dipasarkan kepada para pendedar dengan system jual sarang sehinga frekwensi pembenihan dapat ditingkatkan. Padat tebar pendederan 50 ~ 100 ekor/m2, sementara kolam yang digunakan berkisar 50.250 m2.

Produksi hasil pendederan

Untuk ukuran hasil pendederan pada ikan gurame terbagi kedalam beberapa jenis ukuran diantaranya :

a.Ukuran 2-3 cm umur 40 sd 50 hari dari telur dengan harga jual Rp 300-Rp 400/ ekor
b.Ukuran 4-5 cm umur 50 sd 60 hari dari ukuran 2-3 cm dengan harga jual Rp 800-Rp1000/ ekor
c.Ukuran 6-7 cm Umur 50 sd 60 hari dari ukuran 4-5 cm dengan harga jual Rp 1700–Rp 2000/ekor.
d.Ukuran 7-9 cm Umur 50 sd 60 hari dari ukuran 6-7 cm dengan harga jual Rp 2500-Rp3000/ekor

Untuk fase produksi tersebut diatas sebenarnya tidak ada ketentuan khusus dalam masa pemanenan, dalam arti pada saat konsumen membutuhkan ukuran sesuai dengan keinginan walaupun belum berusia diatas 50 hari masa pemeliharaan pembudidaya bisa menjualnya.

7. PENUTUP

Meskipun pemeliharaan gurame relatif membutuhkan waktu lama namun harga jual yang tinggi tetap akan memberi keuntungan.

Sumber Literatur : Dinas Perikanan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, 1997
Baca Selengkapnya... →

Budidaya Ikan Gurame

0 komentar
ikan gurame

Budidaya Ikan Gurame (Osphronemus gouramy)

Budidaya Ikan Gurame dapat dilakukan di berbagai model kolam, misalnya kolam semen, kolam tanah (empang), keramba, dan kolam terpal. Untuk pemeliharaan ikan gurame yang menggunakan kolam, pada semua model hampir sama cara pembuatan kolamnya dan cara pemeliharaannya.

Cara budidaya ikan gurame dalam kolam terpal untuk ikan gurame dapat dibuat dengan dua model jenis :

1. Menggali tanah dengan kedalaman tertentu biasanya sekitar 90 cm, kemudian Terpal dipasang pada tanah galian tersebut.

2. Memasang terpal pada permukaan tanah ( tidak menggali tanah), dengan bantuan rangka dari besi atau kayu ,terpal dirangkai menyerupai bak. Cara pertama beban terpal tidak terlalu berat sewaktu diberi air, cara kedua memudahkan kita melakukan penggantian dan pembersihan kolam. Dengan selang kita bisa menyedot kotoran-kotoran kolam terpal dengan mudah. Pada budi daya ikan gurame kolam terpal ini kotoran ikan gurame perlu dikeluarkan (shiftpond), agar kesehatan dan kebersihan air tetap terjaga.

Kolam terpal gurame

Setelah kolam terpal selesai dibuat, langkah selanjutnya adalah mengisi kolam dengan ikan gurame, akan tetapi sebelum ikan gurame dimasukkan perlu dipastikan terlebih dahulu kolam dalam kondisi bersih dari penyakit dan zat-zat berbahaya. Terpal mengandung unsur kimia untuk pewarnaannya, maka sebelum dipasang perlu dicuci dan dibersihkan. Untuk membunuh patogen kolam yang telah terisi air ditaburi garam 2 ons/m3. Pastikan juga ikan gurame yang akan dibudidayakan tidak mengandung bibit penyakit. Jika ada gurame yang terkena penyakit perlu dikarantina terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam kolam.

Proses selanjutnya adalah memberi makan. Ikan gurame diberi makan 2 kali dalam sehari dengan pellet dengan kandungan protein 25% sampai dengan 30 %. Frekuensi pemberian makan lebih baik dalam frekuensi yang banyak tetapi dalam jumlah sedikit-sedikit daripada dalam frekuensi sedikit tetapi jumlahnya banyak. Selain Pelet makanan untuk ikan guramih bisa ditambahkan daun-daunan dan sayuran. Daun-daunan dan sayuran sangat bermanfaat bagi kesehatan dan pertumbuhan ikan gurame.

Pada budi daya ikan gurame dengan terpal ini perlu dihindari pemberian makanan yang berlebihan, jika ada makanan yang tersisa harus segera dibuang. Makanan ikan dan kotoran ikan yang ada di kolam mengandung zat amoniak yang dalam jumlah tertentu bersifat racun bagi gurame. Selain memberi makan dengan jumlah dan frekuensi teratur hal lain yang perlu diperhatikan adalah kualitas air.

Meski gurame cukup tahan dengan air yang tidak baik tetapi air perlu dibersihkan dan diganti sebagian(30%) secara periodik. Biasanya penggantian dilakukan satu minggu sekali dengan melakukan shift pond. Air disedot keluar dengan selang atau pompa, kotoran keluar melalui selang tersebut, kemudian diisi kembali dengan air baru. Lebih baik lagi jika kolam diberi aerator atau filter untuk menambah kadar oksigen dan membersihkan kotoran secara otomatis.
Baca Selengkapnya... →