October 22, 2014

Budidaya Ikan Gabus

0 komentar
ikan_gabus photo ikan_gabus_zps6691725d.jpg
Ikan Gabus adalah ikan asli Indonesia yang hidup di perairan tawar. Daerah penyebaran ikan ini hampir terdapat di seluruh daerah di Indonesia, biasanya dapat ditemui di waduk, persawaan, sungai, dan rawa. Ikan Gabus tergolong ikan predator (karnivora) yang memakan ikan-ikan kecil, serangga, katak, dan lainnya, memiliki tekstur daging yang kenyal, empuk dan tebal meskipun sedikit lebih kasar bila dibanding ikan lele, sehingga ikan Gabus ini tak mudah hancur pada saat pengolahannya.

Klasifikasi ilmiah

  • Kerajaan: Animalia
  • Filum: Chordata
  • Kelas: Actinopterygii
  • Ordo: Perciformes
  • Famili: Channidae
  • Genus: Channa
  • Spesies: C. striata

Ikan ini memiliki banyak nama di berbagai daerah: bocek (riau), aruan atau haruan (Mly.,Bjn), kocolan (Btw.), bogo (Sd.), bayong, bogo, licingan (Bms.), kutuk (Jw.), kabos (Mhs.) dan lain-lain. Dalam bahasa Inggris juga disebut dengan berbagai nama seperti common snakehead, snakehead murrel, chevron snakehead, striped snakehead. Nama ilmiahnya adalah Channa striata (Bloch, 1793).

Penyebaran

Ikan gabus menyebar luas mulai dari Pakistan di barat, Nepal bagian selatan, kebanyakan wilayah di India, Bangladesh, Sri Lanka, Tiongkok bagian selatan, dan sebagian besar wilayah di Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Keragaman Jenis

Gabus dan kerabatnya termasuk hewan purba, yakni dari Asia (genus Channa) dan Afrika (genus Parachanna). Seluruhnya kurang lebih terdapat 30 spesies dari kedua genus tersebut. Di Indonesia terdapat beberapa spesies Channa; yang secara alami semuanya menyebar di sebelah barat Garis Wallace. Namun kini gabus sudah diintroduksikan ke bagian timur pula. Salah satu kerabat dekat gabus adalah ikan toman (Channa micropeltes), yang panjang tubuhnya dapat melebihi 1 m dan beratnya lebih dari 5 kg.

Budidaya Ikan Gabus

1. Menyiapkan Indukan

Jantan dan betina ikan gabus bisa dibedakan dengan mudah. Caranya dengan melihat tanda-tanda pada tubuh. Jantan ditandai dengan kepala lonjong, warna tubuh lebih gelap, lubang kelamin memerah dan apabila diurut keluar cairan putih bening. Betina ditandai dengan kepala membulat, warna tubuh lebih terang, perut membesar dan lembek, bila diurut keluar telur. Induk jantan harus sudah mencapai bobot 1 kg.

2. Pemijahan

Cara memijahkan ikan gabus ini cukup mudah, yakni dengan cara membuatkan tempat dengan ukuran panjang 5 m, tinggi 1 m, lebar 3 m, setelah itu sebelum ikan di masukan keringkan dulu kolam tersebut selama sekitar 4 hari. Setelah itu isi kolam dengan air sebanyak setengah dari kedalaman kolam tersebut, sebagai perangsang pemijahan masukkan tanaman eceng gondok hingga menutupi sebagian permukaan bak/kolam. Induk ikan gabus sudah bisa di masukkan ke dalam kolam tersebut dengan kepadatan sekitar 20 ekor betina dan 20 ekor jantan, dan dari satu ekor induk ikan gabus betina bisa menghasilkan telur sebanyak 10.000 – 11.000 butir. Telur-telur dari induk betina akan diletakkan tanaman eceng gondok.

3. Penetasan telur

Penetasan telur ikan gabus dapat di akuarium dengan ukuran PxLxT (60x40x40), kemudian selanjutnya isi akuarium tersebut dengan air sampai penuh dengan kepadatan telur sekitar 4-6 butir/cm2, selain itu pasang juga dua buah titik aerasi untuk pemanas dan panas suhu nya harus mencapai 28 derajat. Dan biasanya telur-telur tersebut akan mulai menetas setelah 24 jam.

4. Pemeliharaan larva

Pemeliharaan larva ini bertujuan untuk memperkecil kematian larva yaitu dengan cara merawatnya hingga 15 hari setelah menetas dan selama itu larva-larva tersebut bisa di beri makan berupa naupli artemia dengan aturan 3x sehari. Dan jangan lupa juga untuk selalu menjaga kebersihan air dalam kolam tersebut agar larva-larva selalu terlihat sehat dan dapat tumbuh dengan sempurna.

5. Pendederan

Cara budidaya ikan gabus ini cukup sederhana yaitu hanya dengan membuatkan tempat atau kolam di tanah dengan ukuran kurang lebih 200 m2, dan sebelum ikan gabus di tebar, lakukan dulu pengeringan pada kolam selama kurang lebih 4 sampai 5 hari, dan agar kolam saat di isi ikan sudah menyediakan makanan dengan sendiri nya, lakukan penaburan pupuk kandang hingga merata di seluruh bagian bawah kolam.

Jika pupuk sudah di tabur kemudian isi kolam dengan sedikit air dan biarkan kolam tersebut selama kurang lebih 5 hari dan setelah itu barulah kolam di isi air secukup nya dan setelah itu kolam pun bisa langsung di isi bibit ikan gabus dengan kepadatan 4.000 ekor dan usahakan penebaran bibit ini di lakukan pagi atau sore hari.

Tags:



Artikel Terkait :



Leave a Reply