ALT_IMG

Budidaya Ikan Kerapu

Di Indonesia terdapat tujuh jenis/genus ikan kerapu yaitu Aethaloperca, Anyperodon, Cephalopholis, Chromileptes, Epinephelus, Plectropomus, dan Variola. Dari ketujuh jenis tersebut hanya beberapa jenis saja yang mempunyai nilai komersial tinggi, yakni Chromileptes, Plectropomus, dan Epinephelus. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Budidaya Ikan Lele

Budidaya ikan lele, baik dalam bentuk pembenihan maupun pembesaran mempunyai prospek yang cukup baik. Permintaan konsumen akan keberadaan ikan lele semakin meningkat. Dengan teknik pemeliharaan yang baik, maka akan diperoleh hasil budidaya yang memuaskan dan diminati konsumen. Baca Selengkapnya..

Alt img

Budidaya Belut

Seiring perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan di sektor perikanan, pemanfaatan lahan yang tidak luas dapat digunakan dalam aneka budidaya perikanan. Usaha perikanan yang dapat dilakukan di lahan sempit adalah Budidaya belut. Mengapa kita dapat membudidayakan belut dilahan sempit , karena kita akan menggunakan media drum atau tong dari besi atau plastik. Baca selengkapnya...

ALT_IMG

Budidaya Ikan Nila

Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan jenis ikan konsumsi air tawar dengan bentuk tubuh memanjang dan pipih kesamping dan warna putih kehitaman. Ikan nila berasal dari Sungai Nil dan danau-danau sekitarnya. Sekarang ikan ini telah tersebar ke negara-negara di lima benua yang beriklim tropis dan subtropis Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Budidaya Ikan Gurame

Budidaya Ikan Gurame (Osphronemus gouramy) Budidaya Ikan Gurame dapat dilakukan di berbagai model kolam, misalnya kolam semen, kolam tanah (empang), keramba, dan kolam terpal. Untuk pemeliharaan ikan gurame yang menggunakan kolam, pada semua model hampir sama cara pembuatan kolamnya dan cara pemeliharaannya. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Budidaya Ikan kakap Putih

Ikan kakap putih adalah ikan yang mempunyai toleransi yang cukup besar terhadap kadar garam (Euryhaline) dan merupakan ikan katadromous (dibesarkan di air tawar dan kawin di air laut). Sifat-sifat inilah yang menyebabkan ikan kakap putih dapat dibudidayakan di laut, tambak maupun air tawar. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Budidaya Ikan Mas Koki

Ikan Ikan mas Koki merupakan jenis ikan mas yang mempunyai bentuk tubuh bulat dengan kepala kecil dan ekor lebar, mempunyai bermacam varian ada yang berjambul ada yang tidak berjambul. Ikan ini berasal dari daratan cina, namun di Indonesia sudah lama dapat dibudidayakan. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Budidaya Ikan Bawal Tawar

Ikan bawal tawar adalah salah satu jenis ikan air tawar yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Ikan jenis ini salah satu yang banyak dibudidayakan di Indonesia selain lele, nila, gurame, dan lain-lain. Selain relatif tidak terlalu sulit membudidayakannya, ikan bawal tawar termasuk ikan yang mudah beradaptasi. Baca Selengkapnya...

Alt img

Budidaya Ikan Arwana

Arwana adalah ikan hias termahal dan diakui sebagai salah satu ikan hias terindah di dunia. Ikan Arwana dapat mencapai umur antara 30-90 tahun di alam liar. Dari usaha budidaya ikan Arwana ini diharapkan dapat menjaga kelestarian populasi ikan ini, serta dari sisi bisnis dapat mendatangkan keuntungan yang menjanjikan. Baca selengkapnya...

Alt img

Budidaya Ikan Baronang

Ikan beronang dikenal oleh masyarakat dengan nama yang berbeda-beda satu sama lain seperti di Pulau Sribu dinamakan kea-kea, di Jawa Tengah dengan nama biawas dan nelayan-nelayan di Pulau Maluku menamakan dengan sebutan samadar. Ikan beronang termasuk famili Siginidae Baca selengkapnya...

Alt img

Budidaya Ikan Mas

Ikan mas (Cyprinus carpio L) merupakan jenis ikan konsumsi air tawar, berbadan pipih memanjang dengan tekstur daing yang lunak. Ikan mas sudah dikenal sejak tahun 475 sebelum masehi di Cina. Di Indonesia ikan mas mulai dibudidayakan sekitar tahun 1920. Baca selengkapnya...

Alt img

Budidaya Ikan Belida

Ikan Belida atau ikan pipih (Chitala lopis)merupakan jenis ikan sungai yang tergolong dalam suku Notopteridae (ikan berpunggung pisau). Belida sangat potensial untuk dikembangkan sebagai komoditas bisnis sebab mempunyai nilai ekonomi tinggi. Baca selengkapnya...

Alt img

Budidaya Azolla

Azolla microphylla adalah tumbuhan yang menakjubkan. Mengandung 25 – 35% protein, 10 – 15% mineral dan 7 – 10% asam amino, senyawa bioaktif dan biopolymer. Sementara kandungan karbohidrat dan lemak Azolla sangat rendah. Komposisi nutrisinya membuat Azolla sangat efisien dan efektif sebagai pakan ikan dan ternak.. Baca selengkapnya...

Alt img

Budidaya Ikan Gabus

Ikan ini memiliki banyak nama di berbagai daerah: bocek (riau), aruan atau haruan (Mly.,Bjn), kocolan (Btw.), bogo (Sd.), bayong, bogo, licingan (Bms.), kutuk (Jw), dan lain-lain. Gabus sangat potensial untuk dikembangkan sebagai komoditas bisnis sebab mempunyai nilai ekonomi tinggi. Baca selengkapnya...

Alt img

Budidaya Mentimun Laut

Teripang atau juga disebut mentimun laut, merupakan salah satu jenis komoditi laut yang bernilai ekonomi tinggi dan mempunyai prospek yang baik dipasaran domestik maupun internasional. Budi daya teripang khususnya teripang putih (Holothuria Scabra) memungkinkan dilakukan oleh masyarakat pantai karena teknik budidayanya cukup sederhana dan permodalan yang diperlukan relatif kecil. Baca selengkapnya...

Showing posts with label Pakan Ikan. Show all posts
Showing posts with label Pakan Ikan. Show all posts
March 18, 2016

Budidaya Bekicot Untuk Pakan Ikan Lele

0 komentar
 photo bekicot.jpg

A. Persiapan Sarana

Perkandangan tidak memerlukan lahan yang terlalu luas, namun persyaratan mengenai kelembaban dan keteduhan perkandangan perlu diperhatikan, karena dalam habitat aslinya bekicot berkembang biak secara baik bekicot dalam kondisi lingkungan yang lembab dan teduh. Kandang didirikan di tanah kering, teduh, lembab dengan suhu udara berkisar 25-30 derajat C.

Jika di buat di kota, lahan perkandangan dapat di kondisikan di tempat yang teduh, dengan memberikan perlindungan berupa tanaman, tanaman diletakan di sekitar kandang. Untuk menjaga kelembaban dapat diletakan ember-ember berisi air. Tapi jangan lupa untuk memberikan bubuk abate atau memasukan ikan kecil di dalam ember air, untuk mencegah nyamuk berkembang biak.

Cara pemeliharaan bekicot tidak terlalu sulit. Bisa dilakukan secara terpisah, artinya bekicot yang kecil dipelihara terpisah dari yang besar. Bisa juga dilakukan secara campuran, yaitu bekicot kecil dan besar dipelihara dalam satu kandang tanpa melihat umur/besarnya. Bila dilakukan secara terpisah resikonya harus dibuat beberapa kandang. Fungsi kandang itu antara lain untuk penetasan, pembesaran dan sebagai kandang induk.

Ada tiga macam kandang pemeliharaan bekicot:
Kandang Dari Bak Semen
Ukuran bak semen 1 x 1 m , tinggi 1 m, bagian atas bak diberi tutup kawat kasa agar bekicot tidsk ksbur. Dalam bak semen yang perlu diperhatikan adalah alasnya. Untuk menciptakan suasana lembab, alas semen perlu diberi tanah dan cacing untuk menggemburkan tanah dan menyerap kotoran yang dikeluarkan bekicot. Tebal lapisan tanah di dalam bak sekitar 30 cm. Zat-zat makanan yang diperlukan bekicot hendaklah selalu tersedia di dalam bak

Kandang Kotak Kayu
Kandang terbuat dalam lembaran kayu tripleks yang berkaki. Untuk kerangkanya dapat digunakan kayu kaso. Ukuran panjang dan lebar kandang adalah 1 x 1 meter, tinggi 1,25 meter. Di atas kotak tersebut diberi kawat kasa, agar bekicot tidak keluar dari dalam kandang. Sebaiknya di atas kotak perlu dibuatkan tempat berteduh, agar keadaan tempat selalu gelap/tidak langsung kena sinar matahari.

Kandang Galian Tanah
Pada prinsipnya kandang galian tanah sama dengan kandang semen, perbedaannya hanya menggali tanah, tanah digali dengan ukuran panjang, lebar dan tinggi 1 x 1 x 1 m. Perlu diperhatikan sebaiknya tanah galian yang akan digunakan untuk kandang dipilih yang agak kering. Sebaiknya kandang dibuat di bawah pohon yang rimbun, kalau dindingnya terlalu basah perlu diberi lapisan pasir. Untuk menjaga keadaan selalu gelap, seperti cara pertama dan kedua, di atas kandang perlu dibuatkan bedeng sebagai penutup.

B. Penyiapan Bibit

Jenis bekicot yang banyak dibudidayakan masyarakat adalah jenis Achatina fulica dan Achatina variegate karena memiliki daging yang padat dan besar. Ciri bekicot jenis Achanita fulica biasanya warna garis-garis pada cangkangnya tidak begitu mencolok. Sedangkan jenis Achatina variegate warna garis-garis pada cangkangnya tebal dan berbuku-buku.

a. Pemilihan Bibit Untuk Calon Induk
Bekicot yang baik dijadikan bibit adalah yang tidak rusak/cacat yang sementara waktu dan yang besar dengan berat lebih kurang 75-100 gram/ekor.

b. Reproduksi dan Perkawinan
Bekicot biasanya mulai kawin pada usia enam sampai tujuh bulan ditempat pemeliharaan yang cukup memenuhi syarat. Pada masa kawin bekicot betina mulai menyingkir ke tempat yang lebih aman. Bekicot bertelur di sembarang tempat. Jumlah telurnya setiap penetasan biasanya lebih dari lima puluh butir. Jumlah produksi telur tergantung masa subur bekicot itu sendiri. Besar telur bekicot tidak lebih dari 2 mm.

c. Proses Kelahiran
Telur bekicot akan menetas setelah usianya cukup. Pada waktu telur itu menetas dan menjadi anak cangkang, biasanya tidak ditunggui induknya. Begitu bekicot selesai bertelur, telurnya ditinggalkan begitu saja. Telur bekicot akan pecah sendiri melalui proses alam.

C. Pemeliharaan

Pemeliharaan bekicot bisa dilakukan dengan cara terpisah dan bisa juga secara campuran di dalam suatu tempat. Meskipun cara terpisah membutuhkan tempat khusus tetapi ada keuntungannya. Misalnya, anak bekicot bisa diketahui perkembangannya secara tepat, baik besarnya maupun usianya. Dengan demikian, tidak sulit untuk memberikan perawatan secara khusus. Bagi peternak bekicot sangat mudah kiranya apabila perawatan anak bekicot itu dilakukan di tempat khusus.

Adapun makanan anak bekicot bisa diberi makanan dengan sejenis ganggang (lumut), pupus daun dan sedikit zat kapur. Harus diingat hendaklah tempatnya selalu teduh dan lembab. Setelah anak bekicot berusia dua/tiga bulan, hendaklah dipindahkan kekandang pembesaran. Pakan bekicot adalah dedaunan, seperti kangkung, sawi, pucuk daun pisang, dll.

D. Kandungan Nutrisi Daging Bekicot

Sebagai salah satu pakanikan alternatif, khususnya untuk ikan lele, bekicot tergolong pakan yang kaya protein. Diberikan ke ikan dalam keadaan segar, caranya bekicot mentah, setelah diremukkan cangkangnya, bisa dirajang-rajang dan diberikan langsung ke kolam lele .

Untuk pengolahan campuran pakan dalam bentuk tepung bekicot, Pecahkan bekicot dicuci bersih sampai hilang lendir-lendir yang ada. Kemudian kita kukus selama 1 jam jika pakai panci biasa, kalau pakai panci presto dikukus kira-kira 30 menit. Angkat dan tiriskan hingga dingin, lalu kita giling dengan gilingan daging, jemur sampai kering. Setelah kering, kita giling kembali agar teksturnya menjadi halus seperti tepung hingga mudah di campur dengan bahan pakan lain.

Kandungan Nutrisi Bekicot :
Komponen Jumlah Persen
Lemak Total 1,4 g 2 %
Karbohidrat 2 g 1 %
Protein 16 g 32 %
Vitamin E 5,00 mg 17 %
Vitamin A 100,00 IU 2 %
Vitamin B12 0,50 mg 8 %
Vitamin B6 0,130 mg 6 %
Zat Besi 3,50 mg 19 %
Zinc 1,00 mg 7 %
Calsium 10,00 mg 1 %
Fosfor 272,00 mg 27 %
Potasium 282,00 mg 8 %
Selenium 27,4 mg 39 %
Magnesium 250,00 mg 62 %
Sodium 70,00 mg 3 %
Abu 1,30 g -
Air 79,20 g -

Baca Selengkapnya... →
September 06, 2013

Budidaya Azolla | Solusi Pakan Ikan Murah

1 komentar
 photo bibit_azolla.jpg

Azolla adalah spesies tumbuhan paku-pakuan akuatik yang tumbuh di permukaan air. Tumbuhan ini bersimbiosis dengan Anabaena azollae, alga biru hijau (Cyanobacteria) dan Azolla sebagai inangnya atau rumah bagi alga. Alga hidup di bawah rongga daun Azolla. Dalam simbiosis ini terjadi hubungan yang saling menguntungkan (simbiosis mutualisme), Anabaena bertugas memfiksasi dan mengasimilasi gas nitrogen dari atmosfer. Nitrogen ini selanjutnya digunakan oleh Azolla untuk membentuk protein. Sedangkan tugas Azolla menyediakan karbon serta lingkungan yang ‘nyaman’ bagi pertumbuhan dan perkembangan alga. Hubungan simbiotik yang unik inilah yang membuat Azolla menjadi tumbuhan dengan kandungan nutrisi yang menakjubkan.

Azolla memiliki beberapa spesies, antara lain Azolla caroliniana, Azolla filiculoides, Azolla mexicana, Azolla microphylla, Azolla nilotica, Azolla pinnata var. pinnata, Azolla pinnata var. imbricata, Azolla rubra. Azolla sangat kaya akan protein, asam amino esensial, vitamin (vitamin A, vitamin B12 dan Beta- Carotene), mineral seperti kalsium, fosfor, kalium, zat besi, dan magnesium. Berdasarkan berat keringnya, mengandung 25 – 35% protein, 10 – 15% mineral dan 7 – 10% asam amino, senyawa bioaktif dan biopolymer. Sementara kandungan karbohidrat dan lemak Azolla sangat rendah. Komposisi nutrisinya membuat Azolla sangat efisien dan efektif sebagai pakan ikan dan ternak. Ikan dan ternak dengan mudah dapat mencernanya, karena kandungan protein yang tinggi dan lignin yang rendah.

Budidaya Azolla microphylla :
  • Siapkan lahan
  • Buat Kolam dangkal, bisa terbuat dari tanah, semen, atau terpal dengan ukuran sembarang
  • Isi kolam dengan tanah yang dicampur pupuk kandang dengan perbandingan 50:50 setebal 5cm
  • Tambahkan pupuk SP 36 dengan takaran 6,5gr/m
  • Isi kolam dengan air dengan ketinggian sekitar 3 cm
  • Taburkan bibit azolla dengan takaran 50-70 gr/m2
  • Biarkan selama 2 minggu atau lebih dengan menjaga ketinggian air.
  • Agar pertumbuhan Azolla optimal, siramkan probiotik BIOCATFISH 50ml/m2 secara rutin 2 hari sekali.
  • Tunggu selama 2 minggu atau lebih dengan menjaga ketinggian air.
  • Lakukan pemanenan saat azolla sudah kelihatan menumpuk dan menebal menutupi permukaan kolam. Azolla dapat dipanen 1-2 minggu sekali, atau sesuai kebutuhan
Baca Selengkapnya... →
September 01, 2013

Pakan Ikan Alternatif dari Bahan Cacing Tanah

0 komentar
pakan ikan alternatif

Cacing tanah (Lubricus Rubellus) adalah sumber protein tinggi sebagai bahan pakan ikan alternatif. Budidaya cacing tanah relatif mudah, efisien dan murah, dimana untuk membudidayakan cacing ini hanya dibutuhkan suatu media berupa tanah dan kompos. Sisa media dari budidaya cacing ini selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk pupuk tanaman (kascing), karena penguraian sampah organik oleh cacing tanah banyak menghasilkan unsur hara yang sangat dibutuhkan bagi pertumbuhan tanaman.

Komposisi nutrisi Lumbricus rubelius adalah sebagai berikut:
• Protein Kasar : 60 – 72%
• Lemak : 7 – 10%
• Abu : 8 – 10%
• Energi :900 – 4100 kalori/gram.

Melihat komposisi nutrisinya, maka di dunia perikanan, cacing tanah ini berpotensi untuk dijadikan sebagai bahan ransum makanan ikan. Seperti diketahui bahwa untuk pertumbuhan ikan, sangat ditentukan oleh kandungan protein dalam makanannya. Mengingat kandungan protein cacing yang cukup tinggi (lebih tinggi dari ikan dan daging) serta komposisi asam amino esensial yang lengkap sehingga, dapat diperkirakan bila cacing tanah ini dapat dimakan oleh ikan akan dapat memacu pertumbuhan dan menghasilkan ikan yang sehat serta tahan terhadap serangan penyakit.

Alat dan Bahan:
• Alat Penggiling Tepung
• Alat Penggiling Daging
• Baskom
• Terigu : 14%
• Dedak : 18 %
• Kanji :1%
• Tepung Cacing : 41%
• Telur ayam : 20%


Cara Pembuatan:
1. Cacing segar dipisahkan dari medianya.
2. Di cuci/bilas dengan air bersih, lalu ditimbang.
3. Dijemur pada panas matahari di atas seng selama 24 jam (suhu udara 32 – 35 oC).
4. Cacing yang sudah kering kemudian dibuat menjadi tepung dengan menggunakan penggiling tepung.
5. Tepung cacing ditimbang dan siap untuk digunakan.

Cara Pembuatan Pakan Pelet:

Untuk menjadikan pelet, bahan-bahan yang dipersiapkan adalah kuning telur ayam yang telah direbus, tepung kanji, terigu, dedak, tepung cacing, masing-masing ditimbang sesuai dengan analisis bahan. Langkah-langkah pembuatannya sebagai berikut :

• Semua bahan dicampur dan diaduk menjadi satu.
• Tambahkan air hangat secukupnya hingga adonan menjadi cukup kenyal. Penggunaan air harap seminim mungkin.
• Setelah adonan terbentuk selanjutnya dicetak dengan mesin penggiling daging sehingga menghasilkan pelet basah yang panjangnya seperti mie.
• Pelet basah tersebut dipotong per 0,5 cm membentuk butiran-butiran.
• Setelah itu pelet dijemur di panas matahari seharian.
• Kemudian pelet ditimbang dan siap digunakan.

Untuk memperoleh pelet dengan kandungan protein 35%, maka susunan ransumnya adalah:
  • Tepung Cacing : 47%
  • Telur Ayam : 20%
  • Terigu : 14%
  • Dedak : 18%
  • Kanji : 1%

Sumber: Dinas Perikanan Propinsi DKI Jakarta, Brosur Informasi Proyek Peningkatan Diversifikasi Usaha Perikanan
Baca Selengkapnya... →
June 22, 2013

Membuat Pakan Lele dari Ampas Tahu

1 komentar
budidaya ikan lele pict

Pengeluaran biaya terbesar dalam usaha Budidaya lele adalah pada penyediaan pakan. Untuk menekan biaya yang dikeluarkan pada pembelian pakan kita dapat mensiasati dengan membuat sendiri pakan alternatif. Salah satu alternatif pakan untuk ikan lele adalah ampas tahu, kita dapat membuat ramuan pakan organik yang berbahan dasar “Ampas Tahu”. Selain dapat menekan pengeluaran biaya pakan, pemberian pakan dari ampas tahu ini dapat dapat membuat ikan lele berkembang seperti di habitat aslinya yaitu memakan makanan yang berasal dari bahan organik dan ikan lele akan tumbuh dengan baik. Manfaat lainnya adalah mengurangi dampak lingkungan dari menumpuknya limbah dari ampas tahu.

Cara Pembuatan Pakan Lele dari Ampas Tahu
Bahan-bahan:
  • Ampas Tahu 5 Kg
  • Tepung Ikan 1 Kg
  • Tetes Tebu/Molases 1 liter
  • Dedak Halus 5 Kg
  • Probiotik(EM4-Perikanan) : 200 ml
  • Ragi Tempe 2 sdm

Setelah seluruh bahan dicampur dan diaduk rata kemudian dimasukkan ke dalam drum atau ember yang diberi lubang udara dengan menggunakan selang untuk mengalirkan gas/udara yang ujungnya ditutup plastik atau bekas gelas air mineral tetapi jangan terlalu tertutup rapat(sebagian terbuka untuk keluar masuknya oksigen).

Kemudian simpan dan dibiarkan selama +/- 5 hari agar terjadi proses fermentasi secara alami.

Setelah di Fermentasi selama 5 hari, Pakan Lele Organik sudah siap digunakan dengan ketentuan sebagai berikut :
  • Pakan dapat langsung diberikan ke Lele dengan cara dikepalkan sehingga lele bisa mengkonsumsi secara langsung.
  • Disarankan diberikan ke Lele yang umurnya diatas 1 bulan dari penebaran ukuran benih 5-7/7-9, sebelumnya bisa diberikan dari hasil fermentasi dan pakan alami pupuk kandang.
  • Pemberiannya jangan bersamaan dengan pemberian pakan pellet.
  • Prosentase pemberian 5% dari Biomas Ikan (1,5 – 2 kali jumlah pemberian pakan Pellet).
  • Frekwensi pemberian pakan lele organik dari ampas tahu ini 2 – 3 kali sehari, diberikan pada pagi dan sore hari atau pagi, siang, dan sore hari.

Sumber : epetani Deptan
Baca Selengkapnya... →
October 21, 2012

7 Resep Ramuan Umpan Untuk Mancing Ikan Mas

0 komentar
resep umpan mancing

10 ramuan umpan khusus untuk macing ikan mas berikut ini dapat digunakan untuk satu hari pemancingan. Jika porsi takaran pada ramuan umpan dibawah ini dianggap terlalu banyak maka takaran menu dapat anda ubah sendiri sesuai dengan perbandingannya.

Resep Umpan - 1

  • 2 bungkus Indomie kare ayam
  • 4 butir telur ayam kampung
  • 2 sendok makan penuh bubur bayi Nutrisia beras
  • 1 sendok makan susu bubuk Infamil
  • 2 sendok makan roombutter Weijmans
  • 1 sendok teh keju Kraft
  • 1 sendok teh bubur bayi Cerelac beras


Cara membuat :

Indomie diblender sampai halus lalu diaduk dengan kuning telur yang sudah dikocok. Roombutter dipanaskan sampai mencair. Ke dalamnya lalu dimasukkan keju parut dan diaduk. Pemanasan diteruskan dengan api kecil. Bahan-bahan lain kemudian dicampurkan. Selama pengadukan, api harus tetap kecil supaya adonan tidak hangus. Setelah warnanya agak kuning, bubur bayi Cerelac beras dimasukkan dan diaduk lagi. Adonan didinginkan sebelum dimasukkan kedalam kaleng untuk disimpan. Cerelac berfungsi untuk pengeras umpan. Apabila saat dipakai umpan terlalu lembek ( mudah hancur ), tepung Cerelac dapat ditambahkan lagi. Sebelum dipakai umpan harus dicampur rata dengan telur semut rangrang (kroto) secukupnya.

Resep Umpan - 2

3 kg ikan mas atau belut

membuat :

Bila memakai ikan mas, buang isi perut dan insangnya, kukus hingga masak. Untuk belut, masukan saja ke dalam kantong plastik bening dapat juga ditambahkan daun pandan dan sedikit daun sereh, kukus hingga matang. Cara pakai cukup diambil dagingnya saja, kaitkan pada kail.

Resep Umpan - 3

  • 30 Tongkol jagung muda
  • 1,5 ons singkong
  • 0,5 butir kelapa muda
  • 1 blok keju Kraft
  • Roombutter Weijmans secukupnya
  • 3 kg kroto (kroto beras)


Cara membuat :

Jagung, singkong, kelapa muda dan keju diparut lalu dicampurkan dengan sisa bahan dan diaduk rata. Adonan dibungkus rapat dengan alumunium foil. Dikukus selama 2 jam dengan api kecil, air sudah harus mendidih saat adonan dimasukkan. Kroto dicampurkan saat umpan akan dipakai.

Resep Umpan - 4

  • 5 kg ubi jalar
  • 2 kg daging belut
  • Ocoy (pengeras umpan) secukupnya
  • 2 kg kroto


Cara membuat :

Ubi jalar dikupas. Ubi jalar, daging belut, dan ocoy dicampurkan kemudian dihaluskan dengan blender. Ocoy fungsinya sebagai pengeras. Bila tidak ada, bisa diganti dengan tepung mie atau susu bubuk. Saat akan dipakai, adonan dicampur lagi denagan kroto.

Resep Umpan - 5

  • 150 gram ubi jalar
  • 100 gram singkong
  • 2 tongkol jagung manis
  • 50 gram keju
  • 2 kuning telur ayam kampung
  • 1,5 sendok makan gula
  • 1,5 sendok garam halus
  • 50 gram kacang tanah goreng
  • 50 gram kacang mete goreng


Cara membuat :

Kukus ubi jalar, singkong, dan jagung manis sampai setengah matang. Parut keju kemudian aduk rata bersama kuning telur. Giling kacang tanah dan mete dengan blender, goreng sampai halus. Tambahkan ubi jalar, singkong, jagung yang telah dikukus, keju dicampur kuning telur, garam, dan gula. Blender sekali lagi hingga halus dan tercampur merata. Kukus adonan yang telah diblender diatas cetakan kue beralas daun pisang kurang lebih 30 menit. Campurkan kroto sewaktu akan digunakan.

Resep Umpan - 6

  • 1 kg ubi kuning
  • 20 tongkol jagung manis
  • 1 pak keju Kraft (250 g)/li>
  • 250 gram mentega
  • 3 kaleng ikan tuna
  • 250 gram Bubur bayi Cerelac rasa pisang
  • 10 ekor belut
  • 8 butir telur (bagian kuningnya saja)
  • Susu murni secukupnya
  • 1 kg kroto


Cara membuat :

Ubi, belut dan parutan jagung manis dikukus terpisah. Untuk jagung kukus setengah matang saja.Parut ubi dan keju, haluskan daging ikan tuna dan daging belut. Campurkan semua bahan di atas tadi aduk hingga rata. Untuk kroto dicampurkan saat umpan akan dipakai.

Resep Umpan - 7

  • 1,5 bungkus mie instan
  • 3 sendok makan pelet
  • 2 ons kelapa parut
  • 2 ons ubi jalar putih atau kuning
  • 2 ons ikan tongkol segar atau olahan
  • 1,5 ons susu bubuk full cream
  • 4 butir telur bebek ( mentah atau asin )
  • 1,5 ons keju
  • 2 ons kroto
  • 3 tetes esen nangka


Cara membuat :

Mie instan dan pelet dibuat menjadi tepung, kelapa parut dibuat santan dan digodok sampai keluar minyaknya. Ubi jalar dikupas dan dicuci bersih lalu dikukus sampai matang. Ikan tongkol dicuci bersih dan dikukus sampai matang. Kulit dan duri ikan dibuang kemudian ikan digoreng dengan minyak hasil rebusan santan kelapa.Telur bebek mentah digodok sampai matang dan diambil bagian kuningnya. Keju diparut. Semua campuran bahan diaduk atau ditumbuk bersama susu dan esen sampai benar – benar halus dan tercampur dengan baik. Kroto diseduh dengan air mendidih. kotoran dan semut yang masih ada dibuang lalu ditiriskan dengan sedikit diperas. Kroto dicampurkan dengan umpan pada saat mulai mancing.

Sumber Literatur : geocities.com/mancingikan
Baca Selengkapnya... →
June 20, 2012

Usaha Pembuatan Pakan Ikan Murah

2 komentar
ganggang di waduk pict

Kebutuhan pakan ikan yang diperlukan oleh para pembudidaya ikan mencapai 100 ribu ton setiap bulan, itu menurut data yang diperoleh dari asosiasi GPMT (Gabungan Pengusaha Makanan Ternak). Melihat besarnya kebutuhan pakan ikan tersebut, maka dapat diprediksi bahwa prospek usaha pakan ikan sangat menjanjikan.

Selama ini sebagian besar pemenuhan pakan ikan tersebut masih dibuat dan dipasok dari pabrik besar yang harganya semakin hari terus melonjak. Sebut saja pakan ikan lele dengan protein lebih dari 30% yang harganya mencapai Rp.10 ribu/kg. Begitu juga dengan pakan ikan mas dengan protein 25% harganya Rp.7 ribu/kg. Padahal kebutuhan pakan di satu usaha budidaya ikan intensif seperti lele dengan kolam beton atau terpal berukuran besar atau ikan mas di keramba jaring apung mencapai ratusan kilogram setiap hari.

Melihat besarnya kebutuhan pakan ikan dan mahalnya harga pakan ikan pabrikan membuat usaha pembuatan pakan ikan curah skala industri rumahan dinilai cukup menjanjikan dan dijadikan sebagai solusi para petani ikan untuk memotong biaya pakan yang terlalu tinggi. Usaha pakan curah skala industri rumahan cukup prospektif, selama mampu menjamin ketersediaan bahan baku lokal berkualitas secara berkesinambungan, sehingga tidak tergantung pada pakan pabrikan yang masih menggunakan bahan pakan impor. Dengan menggunakan bahan baku lokal, tentu harga pakan bisa lebih murah.

Bahan Baku yang Mudah dan Murah

Indonesia memiliki sumber bahan baku pakan yang cukup melimpah, seperti jagung yang sempat mencapai swasembada sebagai sumber energi dalam pakan ikan, dedak padi yang dapat diperoleh dari sisa penggilingan padi sebagai sumber serat, dan sumber protein yang bisa diperoleh dari gilingan ikan yang banyak diperoleh baik di darat maupun laut serta tepung singkong/tapioka yang mudah diperoleh sebagai pengikat pakan pada proses pembuatan pelet. Selain itu, tepung udang, tepung bekicot, tepung darah, tepung kedelai, tepung tulang, bungkil kelapa, ampas tahu, juga bisa digunakan sebagai bahan baku pakan. Bahan daun lamtoro, hingga sampah restoran dan rumah tangga juga bisa digunakan sebagai bahan campuran pakan. Adapun kisaran bahan baku pakan mulai Rp.2000 untuk dedak hingga Rp.4.500 untuk tepung ikan buatan sendiri dari ikan rucah (berbagai macam jenis ikan yang tidak layak jual).

Selain bahan baku pakan yang cukup melimpah, peralatan yang digunakan untuk memproduksi pakan ikan skala industri rumahan juga cukup sederhana, seperti mesin penepung yang berfungsi untuk membuat tepung dari bahan baku yang belum berbentuk tepung, mesin pengaduk sebagai wadah pencampuran dan pengadukan agar semua bahan menyatu dengan sempurna, mesin pencetak pelet, mesin pengering dan mesin jahit karung. Tak ayal dengan bahan baku lokal dan peralatan yang sederhana, maklum jika modal yang diperlukan untuk memulai usaha pembuatan pakan curah rumahan kurang dari Rp.50 juta.

Dengan bahan baku lokal yang terjangkau, dan mesin yang sedrhana, tentu pekerjaan membuat pakan juga sederhana. Hanya menggunakan mesin pencetak pelet mampu menghasilkan sekitar satu ton pakan ikan setiap harinya. Sedangkan untuk pencampuran dilakukan secara manual dengan bantuan sekop dan alas plastik. Bahkan bagi pemula, pembuatan pakan bisa dilakukan menggunakan mesin penggiling mie yang kemudian dipotong-potong secara manual, namun bahan baku harus dicampur bahan pengikat lebih banyak baik berupa tepung tapioka maupun minyak. Dari serangkaian penjelasan tersebut, tidak heran jika harga pakan industri rumahan bisa dijual dengan harga Rp.4.500-5.000/kg.

Jenis Pakan

Ada beberapa bentuk pakan yang bisa diproduksi baik pabrik pakan maupun industri skala rumahan. Pakan berupa tepung yang biasanya untuk pakan benih ikan, pelet (padatan tepung yang dibentuk silinder kecil), crumble (bentuk pelet yang dihancurkan kasar) utnuk pakan masa pembesaran. Ukuran pelet pun bervariasi mulai dari 3, 4, 5 mm.

Sedangkan tipe pakan ada yang berupa moist (pasta) yang mudah dibentuk sewaktu diberikan pada ikan dan dry (kering). Namun dari beberapa jenis pakan, pelet dianggap paling pas untuk pakan ikan paling efisien karena kemudahan dalam penyimpanan (stok) dan pemberiannya pada ikan. Kebutuhan terbanyak pakan ikan adalah dalam bentuk pelet karena yang tepung hanya digunakan oleh benih yang jumlahnya sangat kecil dibandingkan ikan besar.

Sementara itu, berdasarkan densitasnya, pakan pelet ada yang terapung dan tenggelam. Pelet apung biasanya diberikan pada ikan yang responsif maupun untuk budidaya ikan intensif seperti lele dan ikan mas. Sedangkan pakan tenggelam cocok diberikan pada ikan yang tenag dan bukan budidaya intensif seperti udang windu dan gurame. Namun pelet apung dianggap paling efisien karena dapat diketahui jumlah pakan yang dikonsumsi ikan sehingga bisa meningkatkan efisiensi pakan. Karena itu pula harga pelet apung biasanya lebih mahal dari pelet tenggelam.

Misal saja harga pakan pelet apung buatan pabrikan mulai dari Rp.6-9 ribu/kg sedangkan pakan tenggelam yang umumnya dibuat industri rumahan dijual Rp.4-5 ribu/kg. Untuk menghasilkan pelet apung diperlukan mesin truder (mesin pelet basah) dan bahan baku dipanaskan (steam) pada suhu 90 derajat, sedangkan pelet tenggelam cukup menggunakan mesin pelet kering.

Tingkat kebutuhan protein ikan tawar pada umumnya 26-30% sedangkan untuk pakan ikan laut kadar protein yang dubutuhkan sekitar 47-53%. Sementara itu, tingkat efisiensi pakan yang dihasilkan pakan skala rumahan sekitar 2:1, yakni dari 2 kg pakan yang dikonsumsi akan menghasilkan 1 kg daging di akhir masa panen untuk ikan mas dan 1 kg pakan yang diberikan pada ikan bawal akan menghasilkan daging 0,7 kg saat panen (1:0,7).

Sementara itu, tingkat efisiensi pakan pelet lele bisa mencapai tingkat efisiensi 1:1, yakni dari 1 kg pakan yang diberikan akan menghasilkan 1kg daging saat panen. Pada dasarnya setiap jenis ikan membutuhkan nutrisi yang berbeda, demikian juga teknik pemeliharaan akan sangat mempengaruhi pelet yang harus dipergunakan. Bila hal tersebut tidak terpenuhi, akan sulit bagi pembudidaya mendapatkan efisiensi yang baik.

Nilai efisiensi pakan bisa tercapai apabila kebutuhan protein ikan mampu tercukupi dari suplai pakan yang diberikan. Nah, untuk mencari kebutuhan protein ikan bisa diketahui dari data yang dilangsir oleh National Research council (NRC), yakni badan riset internasional yang merilis hasil penelitian pada publik tentang cara penghitungan kebutuhan nutrisi pakan ikan yang diperoleh dari perkalian persentase bahan baku dengan kadar protein yang terkandung pada bahan baku yang kemudian dijumlahkan. Selain itu, pengujian kadar protein juga bisa dilakukan melalui uji nutrisi pakan di laboratorium ilmu nutrisi.

Sumber Literatur : http://infobisnisukm.wordpress.com

Tags :
Baca Selengkapnya... →
May 04, 2012

Kultur Kutu Air Untuk Pakan Anak Ikan

0 komentar
budidaya kutu air

Kutu air (Daphnia) adalah salah satu pakan untuk burayak atau anak ikan hias, seperti ikan koki, ikan cupang, ikan guppy, moly, dsb. dan dapat mempercepat pertumbuhan, dan dapat dibeli dari penjual pakan ikan hias di toko ataupun pasar ikan hias, namun dapat membudidayakan sendiri kutu air itu dengan mengkulturkannya, dengan budidaya sendiri bisa lebih efisien dari segi waktu dan dana (menekan biaya pakan), baiklah berikut tahapan untuk budidaya kutu air untuk pakan ikan koki :

1. Siapkan media atau tempatnya

Tempat bisa berupa kolam semen kecil atau kolam terpal ukuran 1x1x30 cm sudah cukup, atau ukuran lainnya juga, atau ember juga bisa,

2. Siapkan pakan untuk kultur kutu air

alternatif 1 : siapkan 1 kg kotoran ayam, lalu jemur sampai kering, ditambah ampas kelapa parut secukupnya saja , cukup 2 genggam.

alternatif 2 : siapkan 1 kg sayuran kol yang sudah layu lalu di rebus sampai seperti bubur.

3. Masukan pakan kutu air tadi (alternatif 1 atau alternatif 2) kedalam media tempat ikan dan isi dengan air, dan beri aerasi, biarkan beberapa hari sampai air menghijau atau coklat

4.Masukan kutu air 2 gelas

5. Dalam 3 hari jumlah kutu air sudah banyak

Agar jumlah kutu air stabil, maka dari itu diperlukan maintain berupa pemberian pakan dengan alternatif 1 atau alternatif 2 selama 2 minggu sekali.

mudah-mudahan artikel ini bermanfaat bagi pecinta ikan koki, dan untuk pakan tadi sebenarnya banyak alternatif-alternatif lain seperti dapat menggunakan susu bubuk, atau dari kotoran dalam filter ikan koki dan lain-lain.

selamat mencoba kultur kutu air untuk pakan ikan koki.
Baca Selengkapnya... →