ALT_IMG

Budidaya Ikan Kerapu

Di Indonesia terdapat tujuh jenis/genus ikan kerapu yaitu Aethaloperca, Anyperodon, Cephalopholis, Chromileptes, Epinephelus, Plectropomus, dan Variola. Dari ketujuh jenis tersebut hanya beberapa jenis saja yang mempunyai nilai komersial tinggi, yakni Chromileptes, Plectropomus, dan Epinephelus. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Budidaya Ikan Lele

Budidaya ikan lele, baik dalam bentuk pembenihan maupun pembesaran mempunyai prospek yang cukup baik. Permintaan konsumen akan keberadaan ikan lele semakin meningkat. Dengan teknik pemeliharaan yang baik, maka akan diperoleh hasil budidaya yang memuaskan dan diminati konsumen. Baca Selengkapnya..

Alt img

Budidaya Belut

Seiring perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan di sektor perikanan, pemanfaatan lahan yang tidak luas dapat digunakan dalam aneka budidaya perikanan. Usaha perikanan yang dapat dilakukan di lahan sempit adalah Budidaya belut. Mengapa kita dapat membudidayakan belut dilahan sempit , karena kita akan menggunakan media drum atau tong dari besi atau plastik. Baca selengkapnya...

ALT_IMG

Budidaya Ikan Nila

Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan jenis ikan konsumsi air tawar dengan bentuk tubuh memanjang dan pipih kesamping dan warna putih kehitaman. Ikan nila berasal dari Sungai Nil dan danau-danau sekitarnya. Sekarang ikan ini telah tersebar ke negara-negara di lima benua yang beriklim tropis dan subtropis Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Budidaya Ikan Gurame

Budidaya Ikan Gurame (Osphronemus gouramy) Budidaya Ikan Gurame dapat dilakukan di berbagai model kolam, misalnya kolam semen, kolam tanah (empang), keramba, dan kolam terpal. Untuk pemeliharaan ikan gurame yang menggunakan kolam, pada semua model hampir sama cara pembuatan kolamnya dan cara pemeliharaannya. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Budidaya Ikan kakap Putih

Ikan kakap putih adalah ikan yang mempunyai toleransi yang cukup besar terhadap kadar garam (Euryhaline) dan merupakan ikan katadromous (dibesarkan di air tawar dan kawin di air laut). Sifat-sifat inilah yang menyebabkan ikan kakap putih dapat dibudidayakan di laut, tambak maupun air tawar. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Budidaya Ikan Mas Koki

Ikan Ikan mas Koki merupakan jenis ikan mas yang mempunyai bentuk tubuh bulat dengan kepala kecil dan ekor lebar, mempunyai bermacam varian ada yang berjambul ada yang tidak berjambul. Ikan ini berasal dari daratan cina, namun di Indonesia sudah lama dapat dibudidayakan. Baca Selengkapnya...

ALT_IMG

Budidaya Ikan Bawal Tawar

Ikan bawal tawar adalah salah satu jenis ikan air tawar yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Ikan jenis ini salah satu yang banyak dibudidayakan di Indonesia selain lele, nila, gurame, dan lain-lain. Selain relatif tidak terlalu sulit membudidayakannya, ikan bawal tawar termasuk ikan yang mudah beradaptasi. Baca Selengkapnya...

Alt img

Budidaya Ikan Arwana

Arwana adalah ikan hias termahal dan diakui sebagai salah satu ikan hias terindah di dunia. Ikan Arwana dapat mencapai umur antara 30-90 tahun di alam liar. Dari usaha budidaya ikan Arwana ini diharapkan dapat menjaga kelestarian populasi ikan ini, serta dari sisi bisnis dapat mendatangkan keuntungan yang menjanjikan. Baca selengkapnya...

Alt img

Budidaya Ikan Baronang

Ikan beronang dikenal oleh masyarakat dengan nama yang berbeda-beda satu sama lain seperti di Pulau Sribu dinamakan kea-kea, di Jawa Tengah dengan nama biawas dan nelayan-nelayan di Pulau Maluku menamakan dengan sebutan samadar. Ikan beronang termasuk famili Siginidae Baca selengkapnya...

Alt img

Budidaya Ikan Mas

Ikan mas (Cyprinus carpio L) merupakan jenis ikan konsumsi air tawar, berbadan pipih memanjang dengan tekstur daing yang lunak. Ikan mas sudah dikenal sejak tahun 475 sebelum masehi di Cina. Di Indonesia ikan mas mulai dibudidayakan sekitar tahun 1920. Baca selengkapnya...

Alt img

Budidaya Ikan Belida

Ikan Belida atau ikan pipih (Chitala lopis)merupakan jenis ikan sungai yang tergolong dalam suku Notopteridae (ikan berpunggung pisau). Belida sangat potensial untuk dikembangkan sebagai komoditas bisnis sebab mempunyai nilai ekonomi tinggi. Baca selengkapnya...

Alt img

Budidaya Azolla

Azolla microphylla adalah tumbuhan yang menakjubkan. Mengandung 25 – 35% protein, 10 – 15% mineral dan 7 – 10% asam amino, senyawa bioaktif dan biopolymer. Sementara kandungan karbohidrat dan lemak Azolla sangat rendah. Komposisi nutrisinya membuat Azolla sangat efisien dan efektif sebagai pakan ikan dan ternak.. Baca selengkapnya...

Alt img

Budidaya Ikan Gabus

Ikan ini memiliki banyak nama di berbagai daerah: bocek (riau), aruan atau haruan (Mly.,Bjn), kocolan (Btw.), bogo (Sd.), bayong, bogo, licingan (Bms.), kutuk (Jw), dan lain-lain. Gabus sangat potensial untuk dikembangkan sebagai komoditas bisnis sebab mempunyai nilai ekonomi tinggi. Baca selengkapnya...

Alt img

Budidaya Mentimun Laut

Teripang atau juga disebut mentimun laut, merupakan salah satu jenis komoditi laut yang bernilai ekonomi tinggi dan mempunyai prospek yang baik dipasaran domestik maupun internasional. Budi daya teripang khususnya teripang putih (Holothuria Scabra) memungkinkan dilakukan oleh masyarakat pantai karena teknik budidayanya cukup sederhana dan permodalan yang diperlukan relatif kecil. Baca selengkapnya...

April 24, 2016

Cara Membuat Krupuk Teripang

0 komentar
kerupuk-teripang

Kerupuk teripang adalah salah satu jenis olahan hasil laut yang memiliki rasa lezat. Belum lengkap rasanya jika menu makan sehari-hari tanpa kerupuk, mulai dari makan nasi, bakso hingga mie. Selain untuk konsumsi sendiri terbuka juga peluang untuk dijadikan usaha. Usaha camilan kerupuk teripang cocok ditekuni oleh para pengusaha kecil menengah di Indonesia. Mengingat bisnis olahan hasil laut berupa kerupuk teripang ini cocok dijalankan pada cuaca panas seperti Indonesia. Bisnis kerupuk teripang pun bisa dimulai sebagai bisnis rumahan dalam skala kecil. Peluang bisnis rumahan dengan membuat camilan kerupuk teripang juga berpotensi mendatangkan keuntungan besar jika ditekuni dengan baik.

Untuk membuatnya adalah sebagai berikut :

Bahan:
- Teripang 1 kg (sesuai Yang diinginkan)

Cara membuat:
- Teripang dibelah tengahnya, buang isi perutnya lalu direbus sampai mendidih
- Diamkan sampai dingin, lalu teripang dibalik, setelah itu cuci sampai bersih
- Ambil telur teripang lalu dibersihkan
- Jemur teripang dan telurnya sampai kering
- Setelah kering, goreng teripang dengan menggunakan pasir sampai matang
- Pisahkan teripang dari pasir, letakkan pada suatu wadah, diamkan hingga 30 menit

Untuk Telur Teripang:
- Setelah dijemur kering, telur teripang direndam air selama 30 menit, lalu diremas-remas untuk menghilangkan kotoran
- Setelah itu dibumbui (bawang putih 1 ons + masako secukupnya yang sudah diblender)
- Campur bumbu dan telur teripang
- Jemur hingga kering
- Siap untuk digoreng

Catatan Penting:
- Bahan Krupuk yang terbuat dari cumi, kepiting dan kerang, harus dimasak dulu slama kurang lebih 10 menit baru diblender
- Untuk krupuk yang berbahan ikan, udang dan rumput laut, diblender dulu maru dimasak
- Saat memasak bahan yang sudah diblender, harus sampai mendidih lama. Jika mendidihnya tidak lama, maka adonan akan kurang kalis dan hasilnya kurang bagus.
Baca Selengkapnya... →
March 24, 2016

Pemijahan Ikan Cupang

0 komentar
pemijahan_ikan_cupang

Seleksi Jenis Kelamin Ikan Cupang

Sebelum memulai memijahkan ikan cupang kita harus dapat membedakan antara ikan cupang jantan dengan ikan cupang betina. Untuk membedakan antara cupang jantan dan betina tidak terlalu sulit, dan bagi para pemulapun akan dengan mudah membedakannya, dengan ciri-ciri seperti dibawah ini:

Ciri-ciri ikan cupang jantan :
  • Ikan cupang jantan memiliki gerakan yang lincah
  • Bentuk tubuh cupang jantan lebih langsing dibanding cupang betina
  • Cupang jantan memiliki ekor panjang dan mekar ketika didekatkan dengan cupang lain.
  • Ikan cupang jantan memiliki warna lebih cerah dibanding cupang betina.

Ciri-ciri ikan cupang betina :
  • Jika tubuh cupang jantan langsing, cupang betina memiliki tubuh yang gempal.
  • Pergerakan ikan lambat
  • Cupang betina memiliki tanda titik putih pada perut nya
  • Warna lebih kusam dibanding jantan, untuk cupang betina dewasa memiliki garis putih pada bagian perut.
  • Memiliki sirip-sirip dan dasi lebih pendek dari pada jantannya pada umur yang sama.

Setelah pengetahui jenis kelaminnya, indukan yang dipersiapkan untuk pemijahan harus memenuhi kriteria sebagai berikut:

Ikan Jantan harus sehat ditandai dengan gerakannya lincah, sirip dan ekor lebar mengembang, warna cerah, tubuhnya lebih besar. Sedangkan ikan betina gerakannya lebih lamban, sirip dan ekor lebih pendek, warna kusam, tubuh lebih kecil. Sebelum pemijahan dilakukan, pastikan indukan jantan dan betina sudah masuk dalam fase matang gonad atau siap untuk dikawinkan.

Adapun ciri-ciri indukan yang telah menunjukkan matang gonad atau siap kawin adalah sebagai berikut.:

Untuk ikan cupang jantan:
 Berumur setidaknya 4-8 bulan
 Gerakannya agresif dan lincah serta atraktif
 Bentuk badan panjang
 Siripnya panjang dan warnanya terang

Untuk ikan cupang betina:
 Berumur setidaknya 3-4 bulan
 Bentuk badan membulat, bagian perut sedikit buncit
 Siripnya pendek dan warnanya kusam tidak menarik
 Gerakannya lambat

Persiapan Pemijahan

Setelah indukan jantan dan indukan betina siap untuk memijah, sediakan tempat berupa wadah dari baskom plastik atau akuarium kecil dengan ukuran 20x20x20 cm. Siapkan juga gelas plastik untuk tempat ikan cupang betina. Sediakan juga tumbuhan air seperti kapu-kapu, eceng gondok, dll.

Dalam satu kali perkawinan, ikan cupang bisa menghasilkan hingga 500-1000 butir telur. Telur tersebut akan menetas dalam waktu 24 jam setelah pembuahan. Tingkat kematian pembenihan ikan cupang cukup tinggi. Dalam satu kali kawin biasanya hanya dapat dipanen 30-50 ikan cupang hidup. Indukan jantan bisa dikawinkan hingga 8 kali dengan interval waktu sekitar 2-3 minggu. Sedangkan indukan betina disarankan hanya dikawinkan satu kali saja. Bila dipaksakan, pada perkawinan berikutnya akan terjadi penurunan keragaman jenis kelamin. Dimana anakan ikan akan didominasi kelamin betina, tentu hal ini berbengaruh terhadap harga jual ikan.

pem photo pemijahan_cupang.jpg

Berikut langkah-langkah pemijahan ikan cupang:

 Isi tempat pemijahan dengan air bersih setinggi 10-15 cm. Gunakan air tanah atau air sungai yang jernih. Endapkan terelebih dahulu air yang akan dipakai setidaknya selama satu malam. Hindari penggunaan air dalam kemasan atau air PAM yang berbau kaporit.

 Tambahkan kedalam wadah tersebut tanaman air, sebagai tempat burayak berlindung. Tapi penempatan tanaman air jangan terlalu padat. Karena tanaman air berpotensi mengambil oksigen terlarut yang ada dalam air.

 Masukkan ikan cupang jantan yang telah siap kawin. Biarkan ikan tersebut selama satu hari dalam wadah. Ikan cupang jantan akan membuat gelembung-gelembung udara, gunanya untuk menyimpan telur yang sudah dibuahi. Untuk memancing si jantan membuat gelembung, masukkan ikan cupang betina tetapi dipisah. Caranya, ikan betina dimasukkan dalam gelas plastik bening (bekas gelas akua) dan benamkan ke dalam aquarium dimana ikan jantan berada.

 Setelah indukan jantan membuat gelembung, masukkan indukan betina. Waktu pemijahan ikan cupang biasanya terjadi sekitar pukul 7-10 pagi atau pukul 4-6 sore. Ikan cupang cukup sensitif ketika kawin, sebaiknya tutup wadah dengan koran atau letakkan di ruang yang terhindar dari hilir mudik orang dan suara bising.

 Setelah terjadi pembuahan angkat segera indukan betina, karena yang bertanggung jawab membesarkan dan menjaga burayak adalah cupang jantan. Dengan mulutnya si jantan akan memunguti telur yang telah dibuahi dan meletakkannya pada gelembung-gelembung tadi. Apabila indukan betina tidak diangkat, maka telur-telur yang telah dibuahi akan dimakan si betina.

 Setelah kurang lebih satu hari telur-telur tersebut akan menetas dan menjadi burayak. Selama 3 hari kedepan burayak tidak perlu diberi pakan karena masih ada nutrisi yang terbawa dalam telur. Ikan cupang jantan juga akan berpuasa selama menjaga burayak.

 Setelah tiga hari terhitung sejak telur menetas, berikan kutu air (moina atau daphnia). Pemberian pakan jangan lebih banyak dari burayak karena pakan akan mengotori air dan menyebabkan kematian pada burayak.

 Indukan jantan baru diambil setelah burayak berumur 2 minggu terhitung sejak menetas. Pindahkan burayak tersebut pada wadah yang lebih besar dan berikan kutu air yang lebih besar atau larva nyamuk.

 Setelah 1,5 bulan, ikan sudah bisa dipilah berdasarkan jenis kelaminnya. Kemudian pisahkan ikan-ikan tersebut ke wadah pembesaran.

Baca Selengkapnya... →
March 18, 2016

Budidaya Bekicot Untuk Pakan Ikan Lele

0 komentar
 photo bekicot.jpg

A. Persiapan Sarana

Perkandangan tidak memerlukan lahan yang terlalu luas, namun persyaratan mengenai kelembaban dan keteduhan perkandangan perlu diperhatikan, karena dalam habitat aslinya bekicot berkembang biak secara baik bekicot dalam kondisi lingkungan yang lembab dan teduh. Kandang didirikan di tanah kering, teduh, lembab dengan suhu udara berkisar 25-30 derajat C.

Jika di buat di kota, lahan perkandangan dapat di kondisikan di tempat yang teduh, dengan memberikan perlindungan berupa tanaman, tanaman diletakan di sekitar kandang. Untuk menjaga kelembaban dapat diletakan ember-ember berisi air. Tapi jangan lupa untuk memberikan bubuk abate atau memasukan ikan kecil di dalam ember air, untuk mencegah nyamuk berkembang biak.

Cara pemeliharaan bekicot tidak terlalu sulit. Bisa dilakukan secara terpisah, artinya bekicot yang kecil dipelihara terpisah dari yang besar. Bisa juga dilakukan secara campuran, yaitu bekicot kecil dan besar dipelihara dalam satu kandang tanpa melihat umur/besarnya. Bila dilakukan secara terpisah resikonya harus dibuat beberapa kandang. Fungsi kandang itu antara lain untuk penetasan, pembesaran dan sebagai kandang induk.

Ada tiga macam kandang pemeliharaan bekicot:
Kandang Dari Bak Semen
Ukuran bak semen 1 x 1 m , tinggi 1 m, bagian atas bak diberi tutup kawat kasa agar bekicot tidsk ksbur. Dalam bak semen yang perlu diperhatikan adalah alasnya. Untuk menciptakan suasana lembab, alas semen perlu diberi tanah dan cacing untuk menggemburkan tanah dan menyerap kotoran yang dikeluarkan bekicot. Tebal lapisan tanah di dalam bak sekitar 30 cm. Zat-zat makanan yang diperlukan bekicot hendaklah selalu tersedia di dalam bak

Kandang Kotak Kayu
Kandang terbuat dalam lembaran kayu tripleks yang berkaki. Untuk kerangkanya dapat digunakan kayu kaso. Ukuran panjang dan lebar kandang adalah 1 x 1 meter, tinggi 1,25 meter. Di atas kotak tersebut diberi kawat kasa, agar bekicot tidak keluar dari dalam kandang. Sebaiknya di atas kotak perlu dibuatkan tempat berteduh, agar keadaan tempat selalu gelap/tidak langsung kena sinar matahari.

Kandang Galian Tanah
Pada prinsipnya kandang galian tanah sama dengan kandang semen, perbedaannya hanya menggali tanah, tanah digali dengan ukuran panjang, lebar dan tinggi 1 x 1 x 1 m. Perlu diperhatikan sebaiknya tanah galian yang akan digunakan untuk kandang dipilih yang agak kering. Sebaiknya kandang dibuat di bawah pohon yang rimbun, kalau dindingnya terlalu basah perlu diberi lapisan pasir. Untuk menjaga keadaan selalu gelap, seperti cara pertama dan kedua, di atas kandang perlu dibuatkan bedeng sebagai penutup.

B. Penyiapan Bibit

Jenis bekicot yang banyak dibudidayakan masyarakat adalah jenis Achatina fulica dan Achatina variegate karena memiliki daging yang padat dan besar. Ciri bekicot jenis Achanita fulica biasanya warna garis-garis pada cangkangnya tidak begitu mencolok. Sedangkan jenis Achatina variegate warna garis-garis pada cangkangnya tebal dan berbuku-buku.

a. Pemilihan Bibit Untuk Calon Induk
Bekicot yang baik dijadikan bibit adalah yang tidak rusak/cacat yang sementara waktu dan yang besar dengan berat lebih kurang 75-100 gram/ekor.

b. Reproduksi dan Perkawinan
Bekicot biasanya mulai kawin pada usia enam sampai tujuh bulan ditempat pemeliharaan yang cukup memenuhi syarat. Pada masa kawin bekicot betina mulai menyingkir ke tempat yang lebih aman. Bekicot bertelur di sembarang tempat. Jumlah telurnya setiap penetasan biasanya lebih dari lima puluh butir. Jumlah produksi telur tergantung masa subur bekicot itu sendiri. Besar telur bekicot tidak lebih dari 2 mm.

c. Proses Kelahiran
Telur bekicot akan menetas setelah usianya cukup. Pada waktu telur itu menetas dan menjadi anak cangkang, biasanya tidak ditunggui induknya. Begitu bekicot selesai bertelur, telurnya ditinggalkan begitu saja. Telur bekicot akan pecah sendiri melalui proses alam.

C. Pemeliharaan

Pemeliharaan bekicot bisa dilakukan dengan cara terpisah dan bisa juga secara campuran di dalam suatu tempat. Meskipun cara terpisah membutuhkan tempat khusus tetapi ada keuntungannya. Misalnya, anak bekicot bisa diketahui perkembangannya secara tepat, baik besarnya maupun usianya. Dengan demikian, tidak sulit untuk memberikan perawatan secara khusus. Bagi peternak bekicot sangat mudah kiranya apabila perawatan anak bekicot itu dilakukan di tempat khusus.

Adapun makanan anak bekicot bisa diberi makanan dengan sejenis ganggang (lumut), pupus daun dan sedikit zat kapur. Harus diingat hendaklah tempatnya selalu teduh dan lembab. Setelah anak bekicot berusia dua/tiga bulan, hendaklah dipindahkan kekandang pembesaran. Pakan bekicot adalah dedaunan, seperti kangkung, sawi, pucuk daun pisang, dll.

D. Kandungan Nutrisi Daging Bekicot

Sebagai salah satu pakanikan alternatif, khususnya untuk ikan lele, bekicot tergolong pakan yang kaya protein. Diberikan ke ikan dalam keadaan segar, caranya bekicot mentah, setelah diremukkan cangkangnya, bisa dirajang-rajang dan diberikan langsung ke kolam lele .

Untuk pengolahan campuran pakan dalam bentuk tepung bekicot, Pecahkan bekicot dicuci bersih sampai hilang lendir-lendir yang ada. Kemudian kita kukus selama 1 jam jika pakai panci biasa, kalau pakai panci presto dikukus kira-kira 30 menit. Angkat dan tiriskan hingga dingin, lalu kita giling dengan gilingan daging, jemur sampai kering. Setelah kering, kita giling kembali agar teksturnya menjadi halus seperti tepung hingga mudah di campur dengan bahan pakan lain.

Kandungan Nutrisi Bekicot :
Komponen Jumlah Persen
Lemak Total 1,4 g 2 %
Karbohidrat 2 g 1 %
Protein 16 g 32 %
Vitamin E 5,00 mg 17 %
Vitamin A 100,00 IU 2 %
Vitamin B12 0,50 mg 8 %
Vitamin B6 0,130 mg 6 %
Zat Besi 3,50 mg 19 %
Zinc 1,00 mg 7 %
Calsium 10,00 mg 1 %
Fosfor 272,00 mg 27 %
Potasium 282,00 mg 8 %
Selenium 27,4 mg 39 %
Magnesium 250,00 mg 62 %
Sodium 70,00 mg 3 %
Abu 1,30 g -
Air 79,20 g -

Baca Selengkapnya... →
December 05, 2015

Budidaya Ikan Cupang

0 komentar
ikan_cupang photo ikan_cupang_1.jpg

Ikan cupang (Betta sp) adalah jenis ikan hias yang pemeliharaan relative mudah. Budidaya ikan cupang tidak memerlukan lahan luas dan modal yang besar, bisa dilakukan di lahan yang sempit juga oke dan bisa sebagai usaha rumahan.

Habitat Ikan cupang (Betta sp.) adalah di air tawar dan hidup di daerah tropis di rawa-rawa, danau, dan sungai yang berarus tenang. Banyak ditemukan di perairan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Salah satu keistimewahan ikan cupang adalah daya tahannya. Sanggup hidup dalam lingkungan air minim oksigen. Bisa dipelihara dalam wadah yang kecil tanpa menggunakan aerator. Kemampuan bertahan ini karena ikan cupang memiliki rongga labirin seperti pada paru-paru manusia. Labirin tersebut bisa membuatnya bertahan pada lingkungan miskin oksigen.

Jenis Ikan Cupang

Di kalangan penghobi ikan hias dikenal ada dua macam ikan cupang, yakni cupang hias dan cupang adu. Cupang hias dipelihara untuk dinikmati keindahan bentuk, warna dan gerakannya. Sedangkan cupang adu dipelihara untuk di adu. Cupang hias dan cupang adu dibedakan berdasarkan bentuk dan sifat agresifnya.

Ada tercatat lebih dari 73 spesies ikan cupang yang ada di bumi ini. Namun tidak semua dari spesies tersebut populer sebagai ikan peliharaan. Spesies ikan cupang yang beredar di pasaran kebanyakan berasal dari kelompok splendens complex, yang terdiri dari Betta splendens,Betta stiktos, Betta mahachai, Betta smaragdina dan Betta imbellis. Serta varian hasil silangan dari spesies-spesies tersebut.

Memilih Indukan Ikan Cupang

Untuk memulai budidaya ikan cupang, langkah pertama yang harus disiapkan adalah mendapatkan indukan atau bibit berkualitas. Indukan yang baik sebisa mungkin berasal dari keturunan unggul, kondisinya bugar, bebas penyakit dan cacat bawaan. Simpan indukan jantan dan betina di tempat terpisah.

Pemijahan Ikan Cupang

Setelah mempersiapkan Indukan yang baik, maka selanjutnya bisa dilakukan pemijahan. Mengenai cara pemijahan ikan cupang akan kami bahas tersendiri. Silahkan baca disini.

Pakan Ikan Cupang

Pakan favorit yang biasa diberikan pada ikan cupang adalah kutu air, cacing sutera dan larva nyamuk. Pakan sebaiknya diberikan sesering mungkin, misalnya 3-4 kali sehari. Semakin sering frekuensinya semakin baik. Lebih baik sedikit-sedikit tapi sering dari pada banyak tetapi sekaligus. Hal ini untuk mengurangi resiko penumpukan sisa pakan yang bisa mengakibatkan berkembangnya penyakit.

Kutu air bisa didapatkan di selokan-selokan yang tergenang, atau membelinya dari toko iakan dan akuarium. Kalau tidak memungkinkan, kita bisa membudidayakan kutu air sendiri.

Perawatan Ikan Cupang

Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, ikan cupang relatif kuat. Bisa dipelihara dalam akuarium tanpa menggunakan aerator. Ikan ini tahan terhadap kondisi air yang minim oksigen. Walaupun begitu, disarankan untuk tetap menjaga kualitas air dengan memberinya aerasi dan filter pembersih. Jika ikan ditaruh di toples maka sebaiknya selalu menjaga kualitas air, jika air dirasa sudah keruh segera diganti. Agar ikan bisa berkembang sempurna dan selalu dalam kondisi bugar, terutama untuk perawatan ikan kontes.

Tidak disarankan memelihara lebih dari satu ikan cupang jantan yang telah dewasa dalam satu akuarium. Terlebih bila ukuran akuariumnya kecil dan tidak ada tempat berlindung. Ikan-ikan tersebut bisa saling menyerang satu sama lain. Akibatnya, sirip-siripnya akan robek-robek, tidak mulus dan warnanya tidak keluar.

Khusus untuk ikan cupang aduan, kita bisa memasukkannya ke dalam toples kaca kecil. Berdasarkan beberapa pengalaman, agar ikan lebih agresif simpan di tempat yang gelap. Jangan meletakkan toples ikan secara berdekatan. Karena ikan cupang aduan akan terus dalam kondisi siap menyerang dan membenturkan dirinya ke kaca. Berikan sekat tidak tembus pandang di antara toples-toples tersebut.
Baca Selengkapnya... →
February 16, 2015

Kandungan Gizi dan Manfaat Belut

0 komentar
kandungan gizi belut

1. Kandungan Gizi Belut

Salah satu keunggulan belut adalah kandungan gizinya yang tinggi. Belut memiliki kandungan energy yang tinggi dibandingkan telur ayam dan daging sapi. Protein yang terkandung didalam belut lebih tinggi 30% dibandingkan dengan kandungan protein pada telur ayam. Belut juga mengandung asam amino, kalsium, serta vitamin A, B1, dan E.

Zat Gizi Belut Telur Ayam Daging Sapi
Energi 303 kcal 162 kcal 207 kcal
Protein 14 g 12,8 g18,8 g
Lemak 27 g 11,5 g14 g
Karbohidrat sangat sedikit 0,7 g sangat sedikit
Fosfor 200 mg 180 mg 170 mg
Kalsium 20 mg 54 mg 11 mg
Zat Besi 2 mg 2,7 mg 2,8 mg
Vitamin A 1600 SI 900 SI 30 SI
Vitamin B1 0,1 mg 0,1 mg 0,08 mg
Vitamin C 2 mg sangat sedikit sangat sedikit
Air 58 g 74 g 66 g

2. Aneka Manfaat Belut

Belut dapat dimanfaatkan sebagai obat dan suplemen penunjang kesehatan manusia. Berikut ini adalah efek farmakologis dari belut .
    1. Lendir dan darah belut berguna sebagai obat katarak.
    2. Tulang belut untuk bahan campuran susu.
    3. Makanan olahan seperti pepes belut berguna untuk meningkatkan kesuburan wanita, sangat baik dikonsumsi oleh wanita yang sulit mendapatkan keturunan
    4. Darah belut berguna untuk menghilangkan kutil dan mata ikan
    5. Kepala belut berguna bagi penderita impotensi.
    6. Belut mampu menekan hepatitis stadium I, II, dan III (sebelum sirosis atau kanker hati). Caranya masukkan 3 ekor belut anakan ke dalam wadah tahan panas, kemudian masak bersama nasi. Belut akan mengeluarkan ekstrak zinc, minum ekstrak yang dihasilkan 2-3 kali sehari.
    7. Belut mampu mengatasi demam berdrah. Caranya kupas bibit belut, potong-potong, lalu blender dan tambahkan madu.
    8. Bibit belut dapat mengatasi busung lapar.
    9. Belut dapat mengatasi kanker stadium ringan
    10. Belut dapat memperlambat dating menopause pada wanita.
    11. Belut memicu produksi ASI. Caranya dengan mengkonsumsi belut tim atau pepes belut.
Baca Selengkapnya... →
November 16, 2014

Cara Menetralkan Air pH Asam dan pH Basa

0 komentar
pH air

pH adalah derajat keasaman yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman atau kebasaan yang dimiliki oleh suatu larutan dalam hal ini adalah air sebagai media budidaya perikanan. pH didefinisikan sebagai kologaritma aktivitas ion hidrogen (H+) yang terlarut. Koefisien aktivitas ion hidrogen tidak dapat diukur secara eksperimental, sehingga nilainya didasarkan pada perhitungan teoritis. Skala pH bersifat relatif bukan bersifat absolut, nilai skalanya ditentukan berdasarkan persetujuan internasional.

Air murni bersifat netral, dengan pH-nya pada suhu 25 °C ditetapkan sebagai 7,0. Larutan dengan pH kurang daripada tujuh disebut bersifat asam, dan larutan dengan pH lebih daripada tujuh dikatakan bersifat basa atau alkali.

1. Cara Menetralkan Air yang ber-pH Asam

Untuk menetrakan air yang memiliki pH asam dibutuhkan bubuk Kalsium (Ca) ataupun bahan yang mengandung Kalsium (Ca). Banyak sekali bahan sumber kalsium yang bisa didapatkan:
  • Dengan menambahkan aksesoris kolam berupa batuan kapur (limestone), kerang2an, cangkang siput/keong.
  • Bubuk Kalsium Karbonat dari toko kimia.
  • Bubuk Kalsium dari kapur yang biasa digunakan dalam agrikultur/ kapur pertanian, seperti Dolomit ataupun Kalsit sebanyak 150 gram/m3.
  • Bubuk kalsium dari cangkang telur yag dikeringkan dan ditumbuk.
  • Tablet kalsium di apotek, dengan nama ‘Calc’.
  • Dengan mengganti volume air kolam.

Ketika pH air menjadi ASAM akibat sisa metabolisme ikan ataupun dari sumber lainnya, maka kalsium akan bereaksi dan menaikkan pH kembali seperti semula ke posisi pH Netral.

2. Cara Menetralkan Air yang ber-pH Basa

Untuk menetrakan air yang memiliki pH basa dibutuhkan bahan-bahan organik, seperti gambut (peat), peat moss, kayu-kayuan, dan daun-daunan. Yang paling mudah untuk menurunkan pH basa adalah dengan bantuan daun Ketapang (terminalia catappa) yang biasa digunakan untuk ikan Betta (cupang). Atau juga bisa beli ‘Blackwater essence’.

Tags:
Baca Selengkapnya... →
October 22, 2014

Budidaya Ikan Gabus

0 komentar
ikan_gabus photo ikan_gabu.jpg
Ikan Gabus adalah ikan asli Indonesia yang hidup di perairan tawar. Daerah penyebaran ikan ini hampir terdapat di seluruh daerah di Indonesia, biasanya dapat ditemui di waduk, persawaan, sungai, dan rawa. Ikan Gabus tergolong ikan predator (karnivora) yang memakan ikan-ikan kecil, serangga, katak, dan lainnya, memiliki tekstur daging yang kenyal, empuk dan tebal meskipun sedikit lebih kasar bila dibanding ikan lele, sehingga ikan Gabus ini tak mudah hancur pada saat pengolahannya.

Klasifikasi ilmiah

  • Kerajaan: Animalia
  • Filum: Chordata
  • Kelas: Actinopterygii
  • Ordo: Perciformes
  • Famili: Channidae
  • Genus: Channa
  • Spesies: C. striata

Ikan ini memiliki banyak nama di berbagai daerah: bocek (riau), aruan atau haruan (Mly.,Bjn), kocolan (Btw.), bogo (Sd.), bayong, bogo, licingan (Bms.), kutuk (Jw.), kabos (Mhs.) dan lain-lain. Dalam bahasa Inggris juga disebut dengan berbagai nama seperti common snakehead, snakehead murrel, chevron snakehead, striped snakehead. Nama ilmiahnya adalah Channa striata (Bloch, 1793).

Penyebaran

Ikan gabus menyebar luas mulai dari Pakistan di barat, Nepal bagian selatan, kebanyakan wilayah di India, Bangladesh, Sri Lanka, Tiongkok bagian selatan, dan sebagian besar wilayah di Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Keragaman Jenis

Gabus dan kerabatnya termasuk hewan purba, yakni dari Asia (genus Channa) dan Afrika (genus Parachanna). Seluruhnya kurang lebih terdapat 30 spesies dari kedua genus tersebut. Di Indonesia terdapat beberapa spesies Channa; yang secara alami semuanya menyebar di sebelah barat Garis Wallace. Namun kini gabus sudah diintroduksikan ke bagian timur pula. Salah satu kerabat dekat gabus adalah ikan toman (Channa micropeltes), yang panjang tubuhnya dapat melebihi 1 m dan beratnya lebih dari 5 kg.

Budidaya Ikan Gabus

1. Menyiapkan Indukan

Jantan dan betina ikan gabus bisa dibedakan dengan mudah. Caranya dengan melihat tanda-tanda pada tubuh. Jantan ditandai dengan kepala lonjong, warna tubuh lebih gelap, lubang kelamin memerah dan apabila diurut keluar cairan putih bening. Betina ditandai dengan kepala membulat, warna tubuh lebih terang, perut membesar dan lembek, bila diurut keluar telur. Induk jantan harus sudah mencapai bobot 1 kg.

2. Pemijahan

Cara memijahkan ikan gabus ini cukup mudah, yakni dengan cara membuatkan tempat dengan ukuran panjang 5 m, tinggi 1 m, lebar 3 m, setelah itu sebelum ikan di masukan keringkan dulu kolam tersebut selama sekitar 4 hari. Setelah itu isi kolam dengan air sebanyak setengah dari kedalaman kolam tersebut, sebagai perangsang pemijahan masukkan tanaman eceng gondok hingga menutupi sebagian permukaan bak/kolam. Induk ikan gabus sudah bisa di masukkan ke dalam kolam tersebut dengan kepadatan sekitar 20 ekor betina dan 20 ekor jantan, dan dari satu ekor induk ikan gabus betina bisa menghasilkan telur sebanyak 10.000 – 11.000 butir. Telur-telur dari induk betina akan diletakkan tanaman eceng gondok.

3. Penetasan telur

Penetasan telur ikan gabus dapat di akuarium dengan ukuran PxLxT (60x40x40), kemudian selanjutnya isi akuarium tersebut dengan air sampai penuh dengan kepadatan telur sekitar 4-6 butir/cm2, selain itu pasang juga dua buah titik aerasi untuk pemanas dan panas suhu nya harus mencapai 28 derajat. Dan biasanya telur-telur tersebut akan mulai menetas setelah 24 jam.

4. Pemeliharaan larva

Pemeliharaan larva ini bertujuan untuk memperkecil kematian larva yaitu dengan cara merawatnya hingga 15 hari setelah menetas dan selama itu larva-larva tersebut bisa di beri makan berupa naupli artemia dengan aturan 3x sehari. Dan jangan lupa juga untuk selalu menjaga kebersihan air dalam kolam tersebut agar larva-larva selalu terlihat sehat dan dapat tumbuh dengan sempurna.

5. Pendederan

Cara budidaya ikan gabus ini cukup sederhana yaitu hanya dengan membuatkan tempat atau kolam di tanah dengan ukuran kurang lebih 200 m2, dan sebelum ikan gabus di tebar, lakukan dulu pengeringan pada kolam selama kurang lebih 4 sampai 5 hari, dan agar kolam saat di isi ikan sudah menyediakan makanan dengan sendiri nya, lakukan penaburan pupuk kandang hingga merata di seluruh bagian bawah kolam.

Jika pupuk sudah di tabur kemudian isi kolam dengan sedikit air dan biarkan kolam tersebut selama kurang lebih 5 hari dan setelah itu barulah kolam di isi air secukup nya dan setelah itu kolam pun bisa langsung di isi bibit ikan gabus dengan kepadatan 4.000 ekor dan usahakan penebaran bibit ini di lakukan pagi atau sore hari.

Tags:
Baca Selengkapnya... →
June 01, 2014

Membuat Sendiri EM-4 Untuk Kesehatan Ikan

0 komentar
EM4

EM (Effective Microorganism) merupakan kumpulan beberapa mikroorganisme yang bermanfaat dalam dunia pertanian, peternakan, dan perikanan. Microorganisme menguntungkan tersebut (EM-4) telah lama ditemukan, diteliti dan diseleksi terus menerus oleh seorang Profesor Teruo Higa dari universitas Ryukyu Jepang.

Manfaat EM-4 Perikanan dan Tambak

• Meningkatkan pertahanan tubuh ikan/udang SR
• Meningkatkan oksigen terlarut (DO),sehingga air selalu bersih
• Meningkatkan pertumbuhan dan ukuran ikan/udang GR
• Meningkatkan daya tahan ikan/udang
• Memfermentasi sisa pakan dan kotoran ikan/udang di dasar kolam/tambak
• Menguraikan gas-gas amoniak, metan dan hydrogen sulfide.
• Efisiensi energi dan pengelolaan kualitas air


Untuk menyiasati mahalnya harga produk EM-4 di pasaran yang relatif mahal, sebaiknya para pembudidaya ikan membuat sendiri cairan EM-4 secara sederhana dengan bahan baku yang relatif murah.

Cara Membuat EM-4

Cara 1

Bahan-bahan :
  • Susu kambing atau susu sapi murni.
  • Isi usus ayam atau kambing, yang dibutuhkan adalah bakteri di dalam usus.
  • Terasi sebanyak 0,5 kg
  • Gula pasir sebanyak 1 kg
  • Bekatul sebanyak 1 kg
  • Buah nanas sebanyak 1 buah
  • Air bersih sebanyak 1 liter.

Cara Pembuatannya :
Trasi, gula pasir, bekatul, nanas (yang dihaluskan dengan blender) dimasak agar bakteri lain yang tidak diperlukan mati. Setelah mendidih, hasil adonannya didinginkan.kemudian ditambahkan susu, isi usus ayam atau kambing.Ditutup rapat. Setelah 12 jam timbul gelembung-gelembung.Bila sudah siap jadi akan menjadi kental/lengket. Perlu diperhatikan susu jangan yang sudah basi karena kemampuan bakteri sudah berkurang. Sedangkan kegunaan nanas adalah untuk menghilangkan bau hasil proses bakteri.

Cara 2

Bahan–bahan:
  • Air cician beras sebanyak 5 liter
  • Air kelapa sebanyak 5 liter
  • Cincangan halus sampah sayur sebanyak 3 kg
  • Kulit Jeruk secukupnya
  • Ragi tempe sebanyak 1 butir
  • Cairan Gula Merah sebanyak 1 kg

Cara Pembuatan :
Semua bahan dicampur dan di aduk rata. Tutup rapat dengan perlakuan setiap 4 hari tutup dibuka untuk mengeluarkan gas. Pada hari ke -17 EM4 sudah jadi.

Cara Pemakaian : Pada saat pengolahan dasar tambak diberikan Bokashi sebanyak 5 ton/ha, selanjutnya disiram larutan EM-4 sebanyak 4 liter/ha dan dibiarkan selama 2 minggu. Pada saat masa pertumbuhan diberikan EM-4 sebanyak 16 liter per hektar. Interval waktu pemberian EM-4 adalah 1 bulan sekali atau tergantung pada kondisi air tambak
Baca Selengkapnya... →
September 30, 2013

Indonesia Pemasok Mutiara Dunia Urutan Ke-9

0 komentar
pakan ikan alternatif

Indonesia merupakan penghasil mutiara South Sea Pearl (SSP) atau mutiara laut selatan yang berasal dari kerang Pinctada maxima baik dari alam maupun hasil budidaya. Indonesia memasok 43% kebutuhan mutiara dunia. SSP (south sea pearl) Indonesia memiliki keunikan warna dan kilaunya yang mempesona dan abadi sehingga sangat digemari di pasar internasional. Biasanya diperdagangkan dalam bentuk loose dan jewelery.

Nilai perdagangan Indonesia menempati urutan ke-9 dunia di bawah Hongkong, China, Jepang, Australia, Tahiti, USA, Swiss dan Inggris. Dengan nilai ekspor sebesar US$ 29,4 juta atau 2,07% dari total nilai ekspor mutiara di dunia yang mencapai US$1,4 miliar.

"Negara tujuan ekspor mutiara Indonesia adalah Jepang, Hongkong, Australia, Korea Selatan, Thailand, Swiss, India, Selandia Baru dan Perancis," Demikian dikatakan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sharif C. Sutardjo, dalam siaran persnya Minggu (8/9/2013). Lebih lanjut Sharif menegaskan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) optimis dapat meningkatkan nilai ekspor mutiara, mengingat Indonesia memiliki dan menguasai faktor-faktor pendukung, seperti area budidaya, tenaga kerja, peralatan pendukung dan teknologi.

Untuk merealisasikan target tersebut, KKP telah melakukan enam dukungan, sebagai berikut:
  • Pertama, pembangunan Broodstock Center kekerangan di Karang Asem, Bali.
  • Kedua, membentuk Direktorat Pengembangan Produk Nonkonsumsi di bawah Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP)KKP.
  • Ketiga, membentuk Sub Komisi Mutiara Indonesiapada Komisi Hasil Perikanan di bawah koordinasi Ditjen P2HP.
  • Keempat, mendorong terbitnya Standar Nasional Indonesia (SNI) mutiara yang sekarang telah terbit (SNI 4989:2011). Terbitnya SNI mutiara (SNI 4989:2011).
  • Kelima, KKP bekerjasama dengan ASBUMI setiap tahun menyelenggarakan Indonesia Pearls Festivalsebagai salah satu media meningkatkan kualitas kuantitas, serta pemasaran mutiara di pasar domestik maupun internasional.
  • Keenam, Pengendalian Mutu Mutiara yang Masuk ke Dalam Wilayah Negara RI. Untuk melindungi produsen mutiara Indonesia, KKP telah mengeluarkan Peratura Menteri KP No.8 tahun 2013.

Sumber literatur : TribunNews.com
Baca Selengkapnya... →
September 27, 2013

Budidaya Pembesaran Teripang

0 komentar
teripang photo teripang.jpg

Prinsip dasar metode budidaya pembesaran teripang ialah memberikan pagar di area perairan pesisir laut pada luasan tertentu agar teripang yang dibudidayakan terkurung di dalamnya, tidak dapat meloloskan diri dan tidak mendapat serangan hama. Metode budidaya teripang seperti ini dikenal dengan metode pen culture kurungan tancap atau kurungan pagar. Teripang merupakan hewan yang hidup di dasar perairan dan pergerakannya relatif lambat. Meskipun gerakan teripang tergolong lambat, desain dan konstruksi kurungan pagar harus dapat menjamin teripang tidak lolos dari dasar kurungan pagar. Karena pergerakan teripang relatif lambat, maka binatang laut ini dapat dibudidayakan dengan tingkat kepadatan penebaran yang cukup tinggi. Desain dan konstruksi kurungan pagar umumnya dibedakan menjadi dua berdasarkan bahan kurungan pagar yang dipergunakan yaitu kurungan pagar dari bambu dan kurungan pagar dari jaring. Menurut pengalaman para pembudidaya teripang, jenis bahan yang paling efektif untuk membuat kurungan tancap adalah jaring (jawa: waring).

Usaha budidaya teripang di dalam kurung tancap selain menjaga kelestarian sumberdayanya, juga merupakan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar pantai yang dapat memberi nilai tambah dalam peningkatan kesejahteraan. Berikut ini adalah beberapa teknik budidaya teripang yang harus diketahui oleh para masyarakat yang menjadi calon pembudidaya.

Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam budidaya teripang adalah:
• Dasar perairan terdiri dari pasir, pasir berlumpur, berkarang, dan ditunbuhi tanaman lamun (rumput lindung)
• Terlindung dari angin kencang dan arus/gelombang yang kuat
• Tidak tercemar dan bukan daerah konflik serta mudah dijangkau
• Kedalaman perairanlokasi antara 50-150 cm pada saat surut terendah dan sirkulasi air terjadi secara sempurna
• Mutu air: salinitas 24-33 ppt, kecerahan 50-150 cm, suhu 25-30°C

Konstruksi Kurung Tancap

Bahan:
• Balok berukuran (5x7x200)cm, sebaiknya digunakan kayu ulin
• Waring nilon ukuran mata 0,2 cm
• Tali ris dari nilon
• Tali pengikat atau paku anti karat
• Papan yang tahan air, sebaiknya digunakan kayu ulin

Cara Pemasangan:
• Tiang dipancang pada dasar perairan sedalam 0,5- 1 m
• Bagian tiang yang berada di atas permukaan sebagai tempat melekatkan waring
• Waring yang telah dilengkapi dengan tali ris disambung dengan papan
• Papan yang telah disambung dengan waring dibalut lalu ditanam ke dalam lumpur (30 cm)
• Bila tidak ada papan bagian ujung waring ditanam ke dalam lumpur sedalam 30 cm kemudian bagian ujungnya dibelokkan ke dalam sepanjang 15 cm
• Ukuran kurung tancap disesuaikan dengan kebutuhan luas area budidaya.

Pemilihan Benih

• Pilih benih yang seragam baik jenis maupun ukuran
• Benih yang baik adalah tubuhnya padat berisi dan tidak cacat
• Hindari benih yang diangkut dalam waktu lama (lebih 1 jam) dan dalam keadaan bertumpuk (padat)
• Hindari benih yang telah mengeluarkan cairan berwarna kuning
• Pengangkutan benih sebaiknya dilakukan pada pagi atau malam hari atau pada saat suhu tidak panas dan menggunakan wadah yang berisi substrat pasir khususnya pada sistem pengangutan terbuka

Teknik Budidaya

• Benih teripang dengan berat awal 40-60 g ditebar ke dalam kurung tancap dengan kepadatan 5-6 ekor/m2.
• Penebaran dilakukan pada pagi atau sore hari atau pada suhu rendah.
• Sebelum benih ditebar ke dalam kurung tancap, adaptasikan terlebih dahulu agar dapat diketahui ketahanan tubuhnya maupun jumlah benih.
• Selama pemeliharaan diberikan kotoran ayam atau kotoran ayam yang dicampur dedak halus sebanyak 0,1 kg/m2 setiap minggu sekali. Kotoran ayam atau dedak halus sebelum ditebar dicampur dengan air bersih dan diaduk merata agar tidak hanyut atau terapung dan lakukan pada saat air surut.
• Pada sistem ini teripang yang dipelihara tidak tergantung dari pakan buatan karena teripang tersebut berada pada habitat aslinya. Pemberian kotoran ayam berfungsi sebagai pupuk untuk merangsang pertumbuan diatom yang merupakan makanan utama bagi teripang.
• Lama pemeliharaan selama 4-5 bulan.

Cara Panen

Setelah dipelihara selama 40-5 bulan, teripang telah mencapai ukuran konsumsi (300-500 g), teripang siap dipanen. Panen dilakukan pada saat air surut terendah, dan dilakukan beberapa kali karena banyak yang membenamkan diri dalam pasir atau lumpur. Untuk mengetahui apakah teripang sudah terpanen semuanya, dilakukan pengecekan pada air pasang, karena teripang senang keluar dari persembunyiannya setelah air pasang.

Pengolahan

Mula-mula teripang segar dibersihkan isi perutnya dengan cara menusuk-nusukan lidi pada bagian anusnya, kemudian bagian perutnya dibelah sepanjang ± 5-10 cm untuk mengeluarkan isi perut yang masihn tersisa (sesuaikan dengan ukuran) kemudian dibilas dengan air bersih. Setelah itu teripang direbus selama 30 menit sampai matang. Untuk membersihkan kulit dapat direndam dengan NaOH, KOH, CaCO3, atau dengan bahan alami seperti parutan pepaya muda selama 1 jam. Selanjutnya dilakukan pengeringan atau pengasapan untuk mengurangi kandungan airnya.

Pengeringan dapat dilakukan dengan sinar matahari atau oven dengan menggunakan bahan bakar berupa kayu keras, serbuk gergaji terutama dari kayu ulin dan sabut kelapa. Namun yang terbaik adalah dengan menggunakan serbuk gergaji kayu ulin karena mempunyai warna dan aroma yang baik, sehingga mutu dan harganya lebih tinggi. Hasil pengeringan dengan sinar matahari mempunyai mutu yang lebih rendah, karena biasanya berbau amis. Mutu teripang yang baik adalah mempunyai berat 40% dari berat segar.

Harga teripang olahan di pasaran sangat dipengaruhi ukuran dan mutu pengeringannya. Teripang dalam bentuk asapan dengan aroma yang baik harganya lebih mahal dibandingkan dengan teripan kering.
Baca Selengkapnya... →
September 21, 2013

Budidaya Pembenihan Teripang

0 komentar
teripang photo teripang.jpg

Teripang atau juga disebut mentimun laut, merupakan salah satu jenis komoditi laut yang bernilai ekonomi tinggi dan mempunyai prospek yang baik dipasaran domestik maupun internasional. Budi daya teripang khususnya teripang putih (Holothuria Scabra) memungkinkan dilakukan oleh masyarakat pantai karena teknik budidayanya cukup sederhana dan permodalan yang diperlukan relatif kecil. Masyarakat di daerah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara (Kolaka), Lampung dan Riau telah lama melakukan budidaya teripang, hanya saja benih yang dibudidayakan masih berasal dari alam. Dengan semakin banyaknya permintaan akan teripang, maka benih sebagai sumber produksi akan sulit dipenuhi dari alam serta penyediaannya tidak dapat kontinyu. Upaya dalam mengatasi penyediaan benih adalah dengan usaha memijahkan teripang sehingga kebutuhan akan benih teripang dapat tercukupi.

Pada tahun 1992 Balai Budidaya Laut Lampung telah berhasil melaksanakan pemijahan teripang pasir atau teripang putih (Holothuria scabra). Terdapat beberapa jenis teripang yang ada di Indonesia, sebagian besar jenis-jenis teripang tersebut bernilai komersial tinggi.

Teknik Pembenihan Teripang

1) Sarana Pembenihan
Sarana yang diperlukan untuk pembenihan teripang terdiri dari beberapa buah bak sebagai tempat penampungan induk, pemeliharaan larva, kultur larva dan kultur plankton. Bak-bak ini sebaiknya dibuat dengan beton, namun jika tidak memungkinkan dapat pula dibuat dari kayu yang dilapisi plastik. Beberapa sarana lain yang diperlukan adalah sebagai berikut.
a. Saringan pasir untuk menyaring air laut agar diperoleh air laut yang benar-benar bersih.
b. Bak penampungan air yang dilengakapi dengan saringan pasir. Ukuran bak disesuaikan dengan kebutuhan air laut untuk penggantian air pada seluruh unit pembenihan. Penempatan bak diatur supaya gravitasi bisa menyalurkan air dari satu bak ke bak lainnya.
c. Pipa penyalur air yang dilengkapi dengan beberapa saringan berbagai ukuran 1,5 - 2 mikron.
d. Bak penampungan induk dengan kapasitas 1,5 ton air berjumlah 2 atau 3 buah dengan kedalaman sekitar 50 cm.
e. Bak pemliharaan larva berjumlah 10 - 15 buah dengan ukuran (1 x 2 x 0,5)m3.
f. Bak pemeliharaan juvenil berjumlah 8 - 10 buah dengan ukuran (2 x 4 x 0,6)m3.
g. Bak plankton berjumlah 3 - 5 buah dengan ukuran ( 2 x 4 x 0,75)m3.

skem photo skema_bak_pembenihan_teripang.jpg


Gambar 1. Skema bak budidaya pembenihan teripang


Keterangan Gambar 1:
A. Saringan pasir
B. Bak penampungan air (volume 1 ton).
C. Pipa penyuplai air.
D. Saringan bertingkat.
E. Bak induk (volume 3 ton).
F. Bak pemijahan (volume 1,5 ton).
G. Bak pemeliharaan larva.
H. Bak pemeliharaan juvenil.
I. Bak plankton.


2) Pemeliharaan dan Seleksi Induk
Induk teripang yang akan digunakan biasanya diperoleh dari tangkapan alam. Penyediaan calon induk teripang dari laut dapat dilakukan dengan penyelaman pada siang hari. Apabila dilakukan pada malam hari harus dibantu dengan lampu penerang. Dengan cara ini, induk teripang dapat diambil langsung dengan tangan. Pada perairan yang agak dalam, induk teripang dapat diambil dari atas perahu dengan bantuan alat semacam tombak bermata dua yang tumpul

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memilih induk teripang yang baik adalah:
  • Tubuh tidak cacat.
  • Ukuran besar dengan berat 400 gr dan panjang tubuh minimal 20 cm.
  • Berkulit tebal.

Umumnya berat tubuh teripang berpengaruh langsung terhadap berat gonad dan indeks kematangan gonad serta fekunditas. Pengangkutan induk dari tempat pengumpulan dapat dilakukan dengan wadah, seperti ember plastik yang berisi air laut atau langsung ditempatkan pada palka perahu. Untuk pengumpulan/pengangkutan calon induk pada siang hari sebaiknya wadah penampungan atau palka erahu ditutup rumput laut atau ilalang laut untuk menghindarkan calon induk dari sengatan sinar matahari secara langsung. Pengangkutan induk dari tempat pengumpulan dapat dilakukan dengan wadah, seperti ember plastik yang berisi air laut atau langsung ditempatkan pada palka perahu. Induk yang telah di seleksi dipelihara dalam kurungan tancap di laut (biasa digunakan untuk mepeliharaan pembesaran teripang), atau langsung dipelihara di dalam bak induk dengan kepadatan 5 - 10 ekor/m2. Bak induk umumnya terbuat dari beton berbentuk empat persegi panjang dan berkapasitas 1,5 - 2 ton air.

Khusus untuk pemeliharaan di kolam air laut, kedalaman diusahakan antara 75 - 100 cm, selain itu diusahakan selalu ada penggantian air agar stabilitas suhu dan salinitas tetap terjaga. Persediaan pakan juga harus terjamin dan perlu adanya pakan tambahan.

Pakan alami teripang dapat berupa plankton, detritus, sisa-sisa bahan organik atau sisa-sisa endapan di dasar laut yang ada disekitar lingkungan kolam pemeliharaan. Pakan tambahan berfungsi untuk menambah kesuburan perairan pada umumnya berupa campuran kotoran hewan dan dedak halus dengan perbandingan 1 : 1. Pakan diberikan sebanyak 0,2 - 0,5 kg/m2/2 minggu dengan cara ditempatkan dalam karung goni yang berlubang-lubang sehingga keluar sedikit demi sedikit. Setiap satu kantong goni biasanya dapat diisi 10 - 15 kg pakan tambahan yang dapat mencukupi luasan 30 - 50 kg pakan tambahan yang dapat mencukupi luasan 30 - 50 m2. Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan induk di bak pemijahan adalah sebagai berikut:
  • Kualitas air tetap terjaga, bila perlu dilakukan penggantian air setengah atau sepertiga dari volume, sehari dua kali, pagi dan sore.
  • Kotoran yang ada di dalam bak harus segera dibersihkan.
  • Pakan tambahan diberikan secukupnya.
  • Kebiasaan atau kesukaan induk harus dipantau secara kontinyu.


3) Teknik Pemijahan
Pemijahan teripang dapat dilakukan dengan beberapa cara; secara alami dengan pembedahan, perangsangan dengan temperatur dan perangsangan dengan penyemprotan air.

a. Pemijahan alami
Setelah mengalami matang gonad penuh, induk teripang yang dipelihara di bak pemijahan biasanya akan memijah secara alami tanpa adanya rangsangan buatan. Pemijahan akan terjadi pada malam hari antara pukul 22.00 - 23.00. Induk jantan akan mengeluarkan sperma terlebih dahulu yang akan merangsang induk betina untuk mengeluarkan telur. Kurun waktu pemijahan biasanya berlangsung antara 20 - 60 menit. Setelah induk betina selesai bertelur, segera induk dipindahkan ke tempat lain.

b. Pemijahan dengan Pembedahan
Metode pembedahan dapat dilakukan dengan cara menggunting bagian bawah teripang mulai dari anus hingga kedepan. Dalam pembelahan gonad ini apabila didapatkan kantong telur, berarti teripang tersebut jantan. Gonad jantan (tesis) juga dipotong menjadi beberapa bagian sehingga sperma keluar dan ditampung di dalam wadah lain yang berisi air laut. Kemudian secara pelan-pelan wadah yang berisi sperma dituangkan kedalam wadah yang berisi telur sambil diaduk secara perlahan, lalu didiamkan. Sehingga terjaddi pembuahan. Telur yang terbuahi akan mengendap didasar bak selanjutnya dipanen dengan saringan dan dipindahkan ketempat pemeliharaan larva.

c. Perangsangan dengan Temperatur
Prinsip pemijahan dengan perangsangan temperatur ini adalah mengupayakan agar temperatur air naik 3 - 5 0C dari temperatur air asal, dalam waktu selama + 30 - 60 menit suhu air dinaikkan dengan cara penambahan air panas atau menggunakan alat pemanas (heater) atau dijemur terik matahari. Induk teripang ditempatkan didalam keranjang plastik yang diletakkan beberapa sentimeter di bawah permukaan air. Perlakuan ini dilakukan pada siang hari. Pada sore harinya induk dimasukkan ke bak pemijahan dan selanjutnya induk teripang akan memperlihatkan perilaku pemijahan yang ditandai dengan tubuh menggeliat dan muncul dipermukaan sambil bertumpu di dinding bak. Induk jantan akan mengeluarkan sperma yang berwarna putih dan terlihat seperti asap di dalam air, selanga waktu setengah hingga dua jam berikutnya induk betina akan mengeluarkan telurnya. Cara ini memberikan hasil lebih baik yakni denga tingkat penetasan mencapai 90 - 95%.

d. Perangsangan dengan Penyemprotan Air
Setelah induk dipelihara selama 2 - 4 hari pada bak pemeliharaan, maka induk diberikan perlakuan pada sore hari biasanya dimulai pada pukul 1700. Pertama-tama induk teripang yang akan dipijahkan dikeluarkan dari bak dan diletakkan ditempat yang kering selama 0,5 - 1 jam. Semprotan air laut yang bertekanan tinggi selama 5 - 10 menit, lalu induk dimasukkan kembali kedalam bak pemijahan. Sekitar 1,5 - 2 jam kemudian induk akan mulai menggerakkan badannya ke dinding. Biasanya induk jantan akan memijah yang kemudian disusul induk-induk betina 30 menit kemudian. Prosentase keberhasilan cara ini mencapai 95 - 100%.

e. Pemeliharaan Larva
Telur-telur teripang berbentuk bulat berwarna putih bening berukuran 177 mikron, setelah fertilisasi telur-telur ini mengalami pembelahan sel menjadi 2 sel, 4 sel, 8 sel hingga multi sel.

 photo sel_teripang.jpg


Gambar 3. Perkembangan Embrio dan Larva Teripang


Keterangan gambar 3:
1. Pembelahan.
2. Pembelahan dari 8 sel dan 16 sel.
3. Banyak sel.
4. Tingkat blastula.
5. Tingkat grastula.
6. Auricularia.
7. Doliolaria.
8. Pentacula.

Ukuran rata-rata sel tersebut sekitar 194 mikron, selang 10 - 12 jam kemudian akan membentuk stadium gastrula yang berukuran antara 390,50 - 402, 35 mikron. Setelah lebih dari 32 jam, telur akan menetas menjadi larva dan membentuk stadium auricularia yang terbagi menjadi stadium awal, tengah dan akhir. Ukuran larva teripang pada stadium ini rata-rata antara 812,50 - 987,10 mikron. Pada stadium ini larva mulai diberi plankton jenis Dunaliella sp, Phaeodactylum sp, dan Chaeoceros sp sebanyak 40 - 60 x 103. Selama stadium auricularia awal sampai menjelang stadium akhir, larva lebih banyak hidup dipermukaan air. Kepadatan larva yang dikehendaki selama stadium ini kira-kira 300 - 700 ekor per liter. Jika kepadatan terlalu tinggi, larva akan bergerombol menjadi satu, berbentuk bola, dan berada di dasar bak. Bila dibiarkan, larva ini akan mati. Sepuluh hari kemudian, larva berkembang membentuk stadium doliolaria. Pada stadium ini larva berbentuk lup, mempunyai sabuk dan dua tantakel yang menjulur ke luar. Larva dengan ukuran antara 614,78 - 645,70 mikron ini dapat bergerak cepat ke depan. Badan bagian belakang berbentuk cincin datar. Pada setiap sudut terdapat lima kelompok cilia (bulu getar). Stadium auricularlia dan doliolaria bersifat planktonis. Selang tiga belas hari kemudian doliolaria berubah ke stadium pentaculata. Larva berwarna coklat kekuningan dengan panjang antara 1000 - 1200 mikron. Badan berbentuk tubuler dengan lima buah tentakel pada pangkal bagian depan dan sebuah kaki tabung pendek pada pangkal belakang, kurang lebih delapan belas hari, kaki tabung dan tentakel terlihat lebih jelas dan dapat bintil-bintil dipermukaan kulitnya. Larva pada stadium pentacula mempunyai kebiasaan berada di pinggiran bak bagian bawah dan sedikit menyukai di bawah permukaan air. Selintas selama pemeliharaan diusahakan antara 32 - 34 per mil dan suhu antara 27 - 290C. Segera setelah larva berada di dasar laut, diberi makanan berupa suspensi rumput laut jenis Sargassum dn Ulva.

4) Pemeliharaan Tingkat Juvenil
Saat mencapai tingkat doliolaria atau umur 10 - 12 hari dengan ukuran panjang tubuh 4 - 5 mm, maka tempatkan kolektor (tempat untuk menempel) yang berbentuk kisi-kisi miring terbuat dari screen net 250 mikron atau plastik berukuran 60 x 60 x 70 cm, berfungsi sebagai tempat perlekatan. Sebaiknya kolektor yang dipasang telah ditempeli diatome (lumut) sehingga pada saat juvenil menempel, pakan yang dibutuhkan telah tersedia. Lima belas hari setelah menempel pada kolektor, juvenil dapat dilihat dengan mata dan dihitung. Kepadatan yang baik antara 5 - 10 ekor tiap kolektro, atau kepadatan optimum dalam satu bak pemeliharaan adalah 200 - 500 ekor/m2. Cara ini dilakukan terus menerus sampai benih tersebut berusia 1,5 - 2 bulan. Pada saat tersebut ukuran benih teripang telah mencapai ukuran antara 1,5 - 2 cm.

Sumber literatur: Direktorat Bina Pembenihan, Dirjen Perikanan, Departemen Pertanian, Jakarta, 1996
Baca Selengkapnya... →
September 06, 2013

Budidaya Azolla | Solusi Pakan Ikan Murah

1 komentar
 photo bibit_azolla.jpg

Azolla adalah spesies tumbuhan paku-pakuan akuatik yang tumbuh di permukaan air. Tumbuhan ini bersimbiosis dengan Anabaena azollae, alga biru hijau (Cyanobacteria) dan Azolla sebagai inangnya atau rumah bagi alga. Alga hidup di bawah rongga daun Azolla. Dalam simbiosis ini terjadi hubungan yang saling menguntungkan (simbiosis mutualisme), Anabaena bertugas memfiksasi dan mengasimilasi gas nitrogen dari atmosfer. Nitrogen ini selanjutnya digunakan oleh Azolla untuk membentuk protein. Sedangkan tugas Azolla menyediakan karbon serta lingkungan yang ‘nyaman’ bagi pertumbuhan dan perkembangan alga. Hubungan simbiotik yang unik inilah yang membuat Azolla menjadi tumbuhan dengan kandungan nutrisi yang menakjubkan.

Azolla memiliki beberapa spesies, antara lain Azolla caroliniana, Azolla filiculoides, Azolla mexicana, Azolla microphylla, Azolla nilotica, Azolla pinnata var. pinnata, Azolla pinnata var. imbricata, Azolla rubra. Azolla sangat kaya akan protein, asam amino esensial, vitamin (vitamin A, vitamin B12 dan Beta- Carotene), mineral seperti kalsium, fosfor, kalium, zat besi, dan magnesium. Berdasarkan berat keringnya, mengandung 25 – 35% protein, 10 – 15% mineral dan 7 – 10% asam amino, senyawa bioaktif dan biopolymer. Sementara kandungan karbohidrat dan lemak Azolla sangat rendah. Komposisi nutrisinya membuat Azolla sangat efisien dan efektif sebagai pakan ikan dan ternak. Ikan dan ternak dengan mudah dapat mencernanya, karena kandungan protein yang tinggi dan lignin yang rendah.

Budidaya Azolla microphylla :
  • Siapkan lahan
  • Buat Kolam dangkal, bisa terbuat dari tanah, semen, atau terpal dengan ukuran sembarang
  • Isi kolam dengan tanah yang dicampur pupuk kandang dengan perbandingan 50:50 setebal 5cm
  • Tambahkan pupuk SP 36 dengan takaran 6,5gr/m
  • Isi kolam dengan air dengan ketinggian sekitar 3 cm
  • Taburkan bibit azolla dengan takaran 50-70 gr/m2
  • Biarkan selama 2 minggu atau lebih dengan menjaga ketinggian air.
  • Agar pertumbuhan Azolla optimal, siramkan probiotik BIOCATFISH 50ml/m2 secara rutin 2 hari sekali.
  • Tunggu selama 2 minggu atau lebih dengan menjaga ketinggian air.
  • Lakukan pemanenan saat azolla sudah kelihatan menumpuk dan menebal menutupi permukaan kolam. Azolla dapat dipanen 1-2 minggu sekali, atau sesuai kebutuhan
Baca Selengkapnya... →
September 01, 2013

Pakan Ikan Alternatif dari Bahan Cacing Tanah

0 komentar
pakan ikan alternatif

Cacing tanah (Lubricus Rubellus) adalah sumber protein tinggi sebagai bahan pakan ikan alternatif. Budidaya cacing tanah relatif mudah, efisien dan murah, dimana untuk membudidayakan cacing ini hanya dibutuhkan suatu media berupa tanah dan kompos. Sisa media dari budidaya cacing ini selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk pupuk tanaman (kascing), karena penguraian sampah organik oleh cacing tanah banyak menghasilkan unsur hara yang sangat dibutuhkan bagi pertumbuhan tanaman.

Komposisi nutrisi Lumbricus rubelius adalah sebagai berikut:
• Protein Kasar : 60 – 72%
• Lemak : 7 – 10%
• Abu : 8 – 10%
• Energi :900 – 4100 kalori/gram.

Melihat komposisi nutrisinya, maka di dunia perikanan, cacing tanah ini berpotensi untuk dijadikan sebagai bahan ransum makanan ikan. Seperti diketahui bahwa untuk pertumbuhan ikan, sangat ditentukan oleh kandungan protein dalam makanannya. Mengingat kandungan protein cacing yang cukup tinggi (lebih tinggi dari ikan dan daging) serta komposisi asam amino esensial yang lengkap sehingga, dapat diperkirakan bila cacing tanah ini dapat dimakan oleh ikan akan dapat memacu pertumbuhan dan menghasilkan ikan yang sehat serta tahan terhadap serangan penyakit.

Alat dan Bahan:
• Alat Penggiling Tepung
• Alat Penggiling Daging
• Baskom
• Terigu : 14%
• Dedak : 18 %
• Kanji :1%
• Tepung Cacing : 41%
• Telur ayam : 20%


Cara Pembuatan:
1. Cacing segar dipisahkan dari medianya.
2. Di cuci/bilas dengan air bersih, lalu ditimbang.
3. Dijemur pada panas matahari di atas seng selama 24 jam (suhu udara 32 – 35 oC).
4. Cacing yang sudah kering kemudian dibuat menjadi tepung dengan menggunakan penggiling tepung.
5. Tepung cacing ditimbang dan siap untuk digunakan.

Cara Pembuatan Pakan Pelet:

Untuk menjadikan pelet, bahan-bahan yang dipersiapkan adalah kuning telur ayam yang telah direbus, tepung kanji, terigu, dedak, tepung cacing, masing-masing ditimbang sesuai dengan analisis bahan. Langkah-langkah pembuatannya sebagai berikut :

• Semua bahan dicampur dan diaduk menjadi satu.
• Tambahkan air hangat secukupnya hingga adonan menjadi cukup kenyal. Penggunaan air harap seminim mungkin.
• Setelah adonan terbentuk selanjutnya dicetak dengan mesin penggiling daging sehingga menghasilkan pelet basah yang panjangnya seperti mie.
• Pelet basah tersebut dipotong per 0,5 cm membentuk butiran-butiran.
• Setelah itu pelet dijemur di panas matahari seharian.
• Kemudian pelet ditimbang dan siap digunakan.

Untuk memperoleh pelet dengan kandungan protein 35%, maka susunan ransumnya adalah:
  • Tepung Cacing : 47%
  • Telur Ayam : 20%
  • Terigu : 14%
  • Dedak : 18%
  • Kanji : 1%

Sumber: Dinas Perikanan Propinsi DKI Jakarta, Brosur Informasi Proyek Peningkatan Diversifikasi Usaha Perikanan
Baca Selengkapnya... →
August 12, 2013

Desain Konstruksi Keramba Jaring Apung

0 komentar


Komponen Keramba Jaring Apung terdiri dari rakit apung, kurungan, pelampung dan jangkar. Berikut adalah cara pembuatan masing-masing komponen tersebut:

1. Rakit Apung

Pembuatan rakit apung dapat dilakukan di darat dengan terlebih dahulu membuat kerangka sesuai dengan ukuran yaitu 8 x 8 m. Kerangka ini berfungsi sebagai tempat peletakan kurungan yang berbentuk segi empat dan terbuat dari bahan bambu atau kayu.

Setiap unit kerangka dapat terdiri dari 2 atau 4 kurungan, tetapi secara ekonomi setiap unit dianjurkan sebanyak 4 (empat) buah kurungan. Kerangka ditempatkan di lokasi budidaya dengan diberi jangkar sebanyak 4 buah agar tetap pada tempatnya atau tidak terbawa arus.
 photo gbr1_zps07b8fcd3.gif

Gambar 1. Kerangka rakit.

2. Kurungan

Kurungan berfungsi sebagai wadah pemeliharaan ikan yang terbuat dari bahan polyethilen (PE) D. 18 dengan lebar mata jaring antara 0,75~ 1". Bentuk kurungan disesuaikan dengan bentuk kerangka rakit yaitu empat persegi dengan ukuran 3 x 3 x 3 m3. Jaring apung yang telah siap dibuat di pasang pada kerangka rakit dengan cara mengikat ke empat sudut bagian atas pada setiap sudut kerangka. Pola pembuatan kurungan dan cara pengikatan dapat dilihat pada (gambar 2) dan (gambar 3) dan agar kerangka jaring apung tetap terbentuk bujur sangkar, maka pada sudut bagian bawah jaring diberi pemberat (dari batu, timah, atau kayu ulin).
 photo jaring_apung_zps37951af7.jpg


3. Pelampung

Untuk mengapungkan sarana budidaya termasuk rumah jaga diperlukan pelampung. Pelampung dapat digunakan drum plastic volume 200 liter. Dan untuk menahan rakit diperlukan pelampung sebanyak 12 buah. Pelampung diikat dengan tali polyethelene (PE) yang bergaris tengah 0,8 ~ 1,0 cm.

4. Jangkar

Jangkar berfungsi untuk menahan sarana budidaya agar tidak bergeser dari tempatnya akibat pengaruh arus dan angin ataupun gelombang. Setiap inti keramba jaring apung dipergunakan jangkar 4 buah yang terbuat dari besi dengan berat 50 kg. Panjang tali jangkar biasanya 1,5 kali kedalaman perairan pada waktu pasang tinggi.
jaring_apung


sumber literatur: www.ristek.go.id
Baca Selengkapnya... →
August 11, 2013

Pembenihan Ikan Baronang

0 komentar
ikan baronang

Selama ini benih ikan baronang yang digunakan untuk budidaya sebagian besar masih dari hasil tangkapan di laut. Kendala dalam usaha untuk memijahkan sendiri benih ikan baronang adalah belum adanya pilot project atau budidadaya percontohan pemijahan ikan baronang. Melalui Direktorat Bina Pembenihan, Dirjen Perikanan, Departemen Pertanian disosialisasikanlah mengenai teknik pembenihan ikan baronang, dengan harapan agar para nelayan dapat membudidayakan ikan baronang dengan pengadaan benih dari budidaya sendiri juga. Istilahnya usaha budidaya dengan mengambil keuntungan dari hulu sampai hilir.

Bahan
  • Induk ikan jantan dan betina perbandingannya 1 : 1.
  • Bak pemijahan.
  • Bak penetasan.
  • Bak pemeliharaan larva.
  • Seleksi Induk


Induk yang matang telur hasil pembesaran dalam kurungan apung dipindahkan ke dalam bak-bak pemijahan dengan volume air sekitar 3 m3 .

Metoda Pemijahan
Metoda yang digunakan dalam pemijahan ada tiga macam, yakni pemijahan alami, pemijahan dengan stripping, dan pemijahan dengan rangsangan hormon.

1. Pemijahan alami
Induk ikan baronang umumnya memijah pada bulan gelap, waktu memijah sekitar petang menjelang malam atau dinihari menjelang subuh. Ikan baronang memijah umumnya pada bulan Pebruari s/d September.

2. Pemijahan dengan stripping
Stripping dapat dilakukan dengan dua cara yaitu cara kering dan cara basah.

a. Cara basah
Sel telur dan sperma hasil stripping dicampur dalam air laut yang telah disterilisasi dan dibiarkan selama + 10 menit, kemudian dicuci dan dipindahkan ke dalam bak penetasan.

b. Cara kering
Sel telur hasil stripping dari induk betina dicampur dengan sperma jantan, pencampuran dilakukan dengan bulu ayam/bulu bebek, kemudian dibiarkan selama + 10 menit. Setelah itu dicuci dengan air laut yang telah disaring dan disterilisasi, baru telur dipindahkan ke bak penetasan.

Gambar 1. Pemijahan
pembenihan ikan baronang

Keterangan Gambar
A. Pengambilan Sperma
B. Pengambilan telur dengan cara stripping
C. Pencampuran sperma dan telur
D. Diaduk dengan bulu ayam/bebek
E. Pencucian telur
F. Pencucian dengan air mengalir dalam plankton net.

3. Pemijahan dengan hormon
Induk ikan yang sudah matang telur dirangsang untuk memijah dengan suntikan hormon gonadotropin. Induk betina disuntik dengan 500 MU dan induk jantan disuntik dengan 250 MU (mouse unit). Biasanya setelah 6 -8 jam ikan akan memijah.

Penetasan Telur

a. Persiapan
Bak penetasan disiapkan dengan dibersihkan menggunakan bahan kimia chlorin dengan dosis 200 ppm. Kualitas air seperti oksigen, pH, salintas, suhu, kecerahan, kandungan gas dan logam berat harus dijaga agar tidak melebihi batas ambangnya.

b. Penetasan
Telur yang dibuahi akan menetas dalam waktu 22 – 24 jam pada suhu air 26 – 28 0 C. Telur yang tidak dibuahi akan tenggelam ke dasar bak.

Pemeliharaan Larva
Larva yang dirawat dengan seksama terutama sesudah kuning telurnya habis. Pada tahap ini larva diberi pakan hidup alami berupa chlorella sp, rotifera dan daging ikan yang dicincang.

Dari beberapa macam jenis jasad pakan tersebut tidak diberikan secara bersamaan melainkan disusun menurut jadwal yang tertentu sesuai dengan perkembangan larva.
o Hari ke- 0 sd 10 , jenis pakan adalah Larva bivalvia
o Hari ke- 0 sd 30 , jenis pakan adalah Rotifera
o Hari ke- 5 sd 35 , jenis pakan adalah Nauplii artemia
o Hari ke-30 , jenis pakan adalah Copepoda (Tigropus sp)
o Hari ke-30 , jenis pakan adalah Daging cincang
o Hari ke-40 , jenis pakan adalah Daging/udang/ikan

Pengelolaan Kualitas Air

Air laut untuk pemeliharaan larva adalah air laut yang sudah mengalami beberapa saringan, pertama melalui saringan pasir kemudian saringan millipore yang berdiameter 10 dan 15 mikron. Pembersihan tangki harus dilakukan secara periodik dengan menggunakan siphon (pipa plastik), larva telah berumur antara 7 – 20 hari, dasar tangki harus dibersihkan setiap 2 hari sekali, bila larva berumur di atas 21 hari pembersihan dasar tangki dilakukan setiap hari.

Sumber
Booklet Jenis-Jenis Komoditi Laut Ekonomis Penting Pada Usaha Pembenihan, Direktorat Bina Pembenihan, Dirjen Perikanan, Departemen Pertanian, Jakarta, 1996
Baca Selengkapnya... →
August 06, 2013

Kerupuk Ikan

0 komentar
kerupuk-ikan

Masyarakat Indonesia sudah sangat akrab dengan kerupuk, disukai orang tua maupun muda. Biasanya, kerupuk dikonsumsi sebagai teman makan nasi atau dapat pula dijadikan camilan. Salah satu jenis kerupuk yang paling disukai banyak orang adalah kerupuk ikan. Jenis ikan yang dapat dijadikan kerupuk antara lain ikan gabus, ikan alo-alo, ikan belida, ikan tenggiri, ikan ekor kuning, ikan tengke, ikan kakap, ikan tongkol, dan lain sebagainya. Berikut adalah resep cara membuat kerupuk ikan yang mak nyoooss.

Bahan:
  • 1/2 kg daging ikan, tanpa duri, kukus kemudian tumbuk sampai halus
  • 1/2 kg tepung sagu/tapioka
  • Gula secukupnya
  • Garam secukupnya
  • 100 cc air yang sudah matang
  • 2 butir telur
  • Bawang putih secukupnya, haluskan

Cara membuat:
- Campurkan daging ikan dengan tepung sagu (tapioka), telur, gula, bawang, dan garam. Aduk sampai rata. Tambahkan air sedikit demi sedikit sampai menjadi adonan.
- Gilas adonan berulangkali sampai adonan menjadi benar-benar kalis atau tidak lengket.
- Bentuk adonan menjadi bulat panjang.
- Bungkus adonan yang sudah dibentuk dengan menggunakan daun pisang/plastik.
- Kukus adonan yang sudah dibungkus hingga matang.
- Angkat adonan dari kukusan dan dinginkan.
- Setelah itu, iris tipis-tipis adonan yang sudah dikukus tadi. Jemur di bawah sinar matahari hingga adonan kering.
- Jika adonan sudah mengering atau mengeras, adonan siap untuk digoreng.
- Goreng adonan hingga matang, angkat dan tiriskan.
- Kerupuk ikan siap untuk dihidangkan. Agar kerupuk ikan ini bisa bertahan lama, sebaiknya simpan dalam tempat yang kedap udara.

Selamat mencoba!
Baca Selengkapnya... →
July 27, 2013

Menentukan Jenis Kelamin Ikan Arwana

0 komentar
 photo kelamin_arwana_zps5864a688.jpg

Membedakan jenis kelamin ikan arwana tidaklah mudah, karena tidak adanya ciri kelamin sekunder khusus yang dimiliki oleh jantan dan betina. Namun ada 2 cara yang bisa dipakai sebagai panduan membedakan jenis kelamin ikan arwana.
  • Pertama, melihat organ reproduksi. Untuk melihat organ reproduksi, ikan perlu ditangkap dahulu. Lalu perut diurut ke arah kloaka. Jika pada kloaka keluar cairan kecokelatan berarti ikan jantan. Kalau tidak ada yang keluar berarti ikan betina.
  • Kedua, melihat bentuk morfologis. Kepala, bentuk tubuh, sirip punggung dan penutup insang bisa dipakai sebagai panduan menentukan jenis kelamin. Dari atas, ujung kepala jantan membulat. Sedangkan betina justru agak meruncing. Dari samping, tubuh betina tampak melebar ke atas, sedangkan yang jantan memanjang. Begitupula sirip punggung. Betina terlihat lebar, jantan agak memanjang serta meruncing ujungnya. Membedakan jantan dan betina Arwana mungkin dapat dilakukan dengan membandingkan lebar penutup insang (operculum) seperti tampak pada Gambar di bawah ini.

 photo kelamin_arwana_1_zps54a18746.jpg

Persentase kecocokan penentuan jenis kelamin ikan arwana lebih besar dengan mengamati organ reproduksi arwana. Meski demikian stripping- pengurutan–perlu dilakukan oleh ahlinya karena sedikit kesalahan menyebabkan arwana mati. Arwana yang di-stripping pun tidak boleh sembarangan. Minimal arwana itu berukuran sepanjang 30 cm atau telah berusia 5 tahun. Nah, gerakan arwana sebetulnya bisa dipakai untuk menduga kelamin. Jantan yang lebih langsing dan panjang, akan indah gemulai geraknya. Sebaliknya, tubuh betina agak lebar. Terkesan pendek serta gemuk menyebabkan ia terlihat agak kaku.
Baca Selengkapnya... →

Arwana Hibrida

0 komentar
arwana hibrida

Untuk menghasilkan kualitas warna sisik yang fantastis dan menghasilkan varian baru, para penangkar Arwana melakukan kawin silang (hibridisasi) terhadap 2 spesies ikan Arwana berbeda. Warna sisik Arwana Hibrida hasil kawin silang ini sangat unik dan eksotis yang didominasi oleh warna coklat gelap keemasan.

Arwana yang sering disilangkan adalah jenis Crossback (endemik Malaysia) dengan Red Tail Golden (endemik Indonesia). Keduanya memiliki keunggulan yang berbeda. Jenis Crossback memiliki kelebihan pada warna sisik emasnya yang lebih terang dan merata hingga punggung. Sedangkan Red Tail Golden memiliki keunggulan pada postur tubuhnya yang lebih besar dan daya tahan tubuhnya yang tinggi.

arwana_hibrida
Arwana Hibrida. Crossback Splendour adalah hasil persilangan antara Crossback Golden x Grade 1 Super Red (atas dan tengah) . Supreme Red Tail Golden (Crossback Golden x Premium Red Tail Golden) (bawah). Sumber: http://www.otf.com.sg/species.htm.


Persilangan antara Crossback atau Red Tail Golden dengan Super Red biasanya menghasilkan Arwana dengan sisik yang lebih cerah dibandingkan Red Tail Golden x Crossback. Beberapa contoh Arwana hibrida dapat dilihat pada Gambar diatas.

Varian hibrida Crossback Splendour berasal dari hasil kawin silang antara Crossback dengan Super Red Grade 1 . Jika Crossback disilangkan dengan Red Tail Golden hasilnya adalah Premium Red Tail Golden. Varian Premium Red Tail Golden yang disilangkan dengan Crossback menghasilkan Supreme Red Tail Golden.

Arwana hibrida memiliki warna yang unik dengan jumlah yang terbatas. Hibrida ini juga berasal dari induk yang diseleksi khusus. Oleh karena itu harganya jauh lebih mahal dibandingkan dengan Red Tail Golden biasa. Bahkan harga Arwana hibrida ini rata-rata sama dengan harga Crossback, yaitu dikisaran 15-30 juta rupiah.
Baca Selengkapnya... →
June 22, 2013

Membuat Pakan Lele dari Ampas Tahu

1 komentar
budidaya ikan lele pict

Pengeluaran biaya terbesar dalam usaha Budidaya lele adalah pada penyediaan pakan. Untuk menekan biaya yang dikeluarkan pada pembelian pakan kita dapat mensiasati dengan membuat sendiri pakan alternatif. Salah satu alternatif pakan untuk ikan lele adalah ampas tahu, kita dapat membuat ramuan pakan organik yang berbahan dasar “Ampas Tahu”. Selain dapat menekan pengeluaran biaya pakan, pemberian pakan dari ampas tahu ini dapat dapat membuat ikan lele berkembang seperti di habitat aslinya yaitu memakan makanan yang berasal dari bahan organik dan ikan lele akan tumbuh dengan baik. Manfaat lainnya adalah mengurangi dampak lingkungan dari menumpuknya limbah dari ampas tahu.

Cara Pembuatan Pakan Lele dari Ampas Tahu
Bahan-bahan:
  • Ampas Tahu 5 Kg
  • Tepung Ikan 1 Kg
  • Tetes Tebu/Molases 1 liter
  • Dedak Halus 5 Kg
  • Probiotik(EM4-Perikanan) : 200 ml
  • Ragi Tempe 2 sdm

Setelah seluruh bahan dicampur dan diaduk rata kemudian dimasukkan ke dalam drum atau ember yang diberi lubang udara dengan menggunakan selang untuk mengalirkan gas/udara yang ujungnya ditutup plastik atau bekas gelas air mineral tetapi jangan terlalu tertutup rapat(sebagian terbuka untuk keluar masuknya oksigen).

Kemudian simpan dan dibiarkan selama +/- 5 hari agar terjadi proses fermentasi secara alami.

Setelah di Fermentasi selama 5 hari, Pakan Lele Organik sudah siap digunakan dengan ketentuan sebagai berikut :
  • Pakan dapat langsung diberikan ke Lele dengan cara dikepalkan sehingga lele bisa mengkonsumsi secara langsung.
  • Disarankan diberikan ke Lele yang umurnya diatas 1 bulan dari penebaran ukuran benih 5-7/7-9, sebelumnya bisa diberikan dari hasil fermentasi dan pakan alami pupuk kandang.
  • Pemberiannya jangan bersamaan dengan pemberian pakan pellet.
  • Prosentase pemberian 5% dari Biomas Ikan (1,5 – 2 kali jumlah pemberian pakan Pellet).
  • Frekwensi pemberian pakan lele organik dari ampas tahu ini 2 – 3 kali sehari, diberikan pada pagi dan sore hari atau pagi, siang, dan sore hari.

Sumber : epetani Deptan
Baca Selengkapnya... →
June 15, 2013

Jantanisasi Ikan Nila Dengan 17 Alpha Methyl Testosteron

0 komentar
ikan nila jantan

Masalah yang dihadapi dalam budidaya ikan nila adalah kemampuan reproduksi ikan yang tinggi dan sering terjadi inbreeding, artinya dalam waktu singkat jumlah ikan nila dalam kolam akan meningkat secara drastis, sehingga sukar dikendalikan. Akibatnya tingkat pertumbuhan ikan menjadi lambat sehingga diperlukan waktu yang lama untuk mencapai ukuran konsumsi, bahkan pertumbuhannya sering terhenti (stagnan). Berdasarkan pengalaman para pembudidaya nila, jika ikan nila dipelihara secara campur kelamin (polysex culture) maka ikan kelamin betina dengan ukuran 50 g/ekor sudah mulai memijah, sehingga pertumbuhan menjadi lambat bahkan terhenti karena energinya terkuras untuk memijah dan mengerami telur, padahal ukuran konsumsi atau siap jual adalah lebih dari 100 g/ekor. Salah satu cara baru untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menjadikan ikan nila jantan semua (jantanisasi), metode yang dipakai adalah dengan menggunakan hormon 17 Alpha Methyl Testosteron yang berfungsi mengubah kelamin betina menjadi jantan (Sex-reversal).

Contoh strain unggul dari ikan nila monosex adalah nila GIFT (Genetic Improvement for Farmed Tilapia) merupakan jenis ikan nila yang telah terbukti memiliki keunggulan dalam pertumbuhan dan produktivitasnya di bandingkan dengan jenis ikan nila lain.

Langkah-langkah Jantanisasi

Siapkan pembenihan massal ikan nila secara terkontrol. Dengan membuat bak-bak beton, pemijahan dapat menjadi lebih mudah dan efesien karena biaya yang di butuhkan relatif lebih kecil dan dapat memproduksi larva dalam jumlah yang tidak berbeda di banding dengan kolam tradisional. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

Pertama. Siapkan kolam pemijahan. Usahakan dalam kolam pemijahan ini agar tidak tercampur dengan ikan jenis lain. Lebih baik jika pemijahan di lakukan dalam bak-bak beton karena sangat mudah pemijahannya dan mudah mengontrolnya.

Kedua. Siapkan induk nila yang unggul kualitasnya dengan bobot diatas 300 g/ekor. Perbandingan betina dan jantan adalah 3: 1 ( 3 betina 1 jantan), dengan kepadatan penebaran 6 ekor /m2. berilah pakan 3% dari berat total jumlah ikan /perhari dan pemberian pakan tiga kali sehari. Setiap 45 hari Induk nila akan menghasilkan telur yang matang. Setiap induk betina berukuran 300 gram dapat menghasilkan benih (larva) sebanyak 250-300 ekor larva. Jumlah larva akan terus meningkat sampai 900 ekor larva sesuai dengan pertambahan berat induk ikan nila 9000-1000 gram. Setelah satu siklus 45 hari pemijahan, induk betina di pisahkan dari induk jantan atau pindahkan induk jantan dari kolam itu selama lebih kurang satu bulan. Dan tetap berikan pakan dengan kandungan protein di atas 30 % kepada induk betina.

Setelah dua minggu massa pemeliharaan dalam kolam baru (jika induk betina yang di pindahkan) biasanya induk betina mulai ada yang bertelur, menghasilkan larva yang biasanya masih berada dalam pengasuhan induknya, atau terkadang di simpan dalam mulut induknya jika dalam kondisi terancam. Saat-saat inilah larva-larva di kumpulkan dengan cara di serok dengan kain kelambu yang halus dan kemudian di tampung dalam kelambu atau happa ukuran 2x0,9x0,9 m3. lakukan pengumpulan beberapa kali sehari.

Untuk mendapatkan benih ikan nila tunggal kelamin jantan atau monosexs. Maka di lakukan proses jantanisasi. Setelah larva sudah terkumpul dalam happa atau kelambu, kita akan memasuki proses mengubah larva betina menjadi jantan dan jantan tetap jantan. Larva akan di beri pakan berbentuk tepung yang sudah di campur dengan hormon 17 Alpa methyltestosteron selama 17 hari. Takaran mencampur hormon 17 Alpa methyltestosteron adalah sebagai berikut:

  • Ambil dan timbang hormon 17 Alpha methyltestosteron sebanyak 30 mg
  • Larutkan hormon yang sudah ditimbang dengan alkohol 95% sebanyak 15 ml
  • Campurkan larutan hormon tersebut dengan 1 kg pakan pelet ikan
  • Pakan berhormon diberikan empat kali sehari dengan dosis 10% dari total bobot populasi per happa, berikan pakan selama 21 hari
  • Pakan berhormon dapat disimpan dalam kantong plastik tertutup dan dimasukkan ke dalam lemari es. Pakan tahan hingga 2 bulan

Setelah selama 21 hari larva di beri pakan dengan hormon 17 Alpa methyltestosteron. Selanjutnya di pelihara dalam kolam pendederan. Sebelumnya kolam di keringkan selama dua minggu dan lumpurnya di aduk-aduk, beri kapur sebanyak 50 g/m2, dan di beri pupuk kotoran ayam sebanyak 250 g/m2. atau juga dengan melakukan pemupukan kolam dengan di beri pupuk Urea dan TSP masing-masing sebanyak 2,5 g/m2 dan 1,25 g/m2. setelah dua minggu pengeringan dan pemupukan, kolam di isi air sedikit saja kira-kira setinggi 50 cm dan biarlah tergenang air selama 3-7 hari. Setelah kolam di genang air masukkan benih ikan hasil jantanisasi dengan kepadatan 300 ekor/m2. berikan pakan biasa yang khusus untuk pakan ikan kecil, bukan pakan yang di campur hormon 17 Alpa methyltestosteron.

Siapkan kolam pembesaran dengan cara pemupukan seperti cara di atas. Setelah kolam siap pindahkan ikan-ikan dari kolam pendederan ke kolam pembesaran. Hasilnya adalah 93% ikan nila menjadi jantan.

Dalam tiga minggu atau 21 hari, ikan dengan berat rata-rata 1,25 gram atau panjang 3-5cm bisa di panen. Gunakan jaring halus pada penangkapan. Keringkan kolam sampai semua ikan terangkat. Dan proses budidaya dalam diulang kembali.

Tags:
Baca Selengkapnya... →